Selasa, 05 Mei 2020

ironi zaman wolak waliking jaman

ironi zaman wolak waliking jaman

oleh Sahabat Fikri Imanullah


berbagai pertanda menunjukkan bahwa periode wolak-waliking jaman sudah ada di depan mata. tanda-tanda telah dimulainya ironi zaman atau yang populer disebut jaman edan setidaknya dapat dicermati melalui sembilan indikator :
pertama presiden kaya dianggap wajar dengan alasan seorang lurah atau kepala desa pun kaya. maka sangat aneh jika presiden tidak kaya raya. di sini apabila presiden tidak kaya hal itu terasa sangat aneh
sebab seorang lurah atau kepala desa dengan wilayah sempit memiliki kekayaan yang tidak sedikit di negeri indonesia ini
logika yang berkembang sejak zaman orba orde baru ini sepintas tampak bener
 logika bahwa presiden wajib atau wajar kaya karena dibandingkan dengan lurah sangat masuk akal dalam tataran wadag
pada logika tataran fisik atau ora gawe yang tampak iyalah sesuatu secara fisik
 maka wajar jika presiden harus kaya dengan alasan lurah atau kepala desa yang merupakan raja kecil di pedesaan kebanyakan memiliki harta berlimpah.
berpijak dari kenyataan bahwa lurah atau perangkat desa seumur hidup bisa kaya raya anak-anaknya bisa terjamin masa depan ekonominya serta bisa hengkang dari desa kelahirannya setelah pensiun agar masa lalu buruknya tidak terungkap
maka sangat wajar apabila seorang presiden itu kaya raya bahkan sangat luar biasa.
kepala pemerintahan mulai dari yang tertinggi hingga paling rendah tidak boleh diberi kewenangan absolute karena bisa melakukan penyelewengan atas kekuasaan yang di genggam nya
kepala pemerintahan akan cenderung memimpin secara adil jika ia selalu dikontrol oleh rakyatnya sebaliknya kepala pemerintahan dapat menjadi penguasa yang sewenang-wenang saat kontrol rakyat atau masyarakat tidak ada
 jika yang mengontrol berupa lembaga lain terkadang kepala pemerintahan tidak begitu menghiraukan nya
 sebab ia berpandangan lembaga lain tidak lebih baik dari rakyat yang dipimpinnya
 rakyat harus selalu melakukan kontrol kepada kepala pemerintahan baik lurah maupun berangkat desa bukan malah bersikap yang membuatnya semakin tergoda rakus dan harus memanfaatkan jabatannya untuk memperkaya diri ,kerabat dan kroni nya
rakyat tidak boleh bersikap apatis dan tidak perduli terhadap perilaku para pejabat baik kepala desa maupun berangkat desa sebaliknya rakyat harus senantiasa optimis dengan berpikir dan bertindak positif untuk mengontrol kekuasaan

kedua korupsi dianggap budaya sehingga jika ada pejabat atau orang-orang yang terkait dengan lingkaran kekuasaan melakukan korupsi hal itu dianggap biasa

pemikiran bahwa korupsi dapat membuka ya sungguh sangat tidak rasional di mana letak kehebatan keunggulan dan keindahan korupsi sehingga dianggap sebagai budaya

hal ini merupakan sebuah ke salah kaprahan dalam pemakaian istilah apabila korupsi sudah dianggap budaya maka negara yang orang-orangnya terbiasa melakukan korupsi tinggal menunggu masa kehancuran nya

di masa depan harus diciptakan budaya baru berupa menjauhkan diri dari korupsi tidak men dewa kan koruptor serta jangan sampai mengganggap hidup
pelakunya koruptor yang tertangkap wajib dihukum dengan cara di miskin kan dinista kan bahkan dihukum mati kalaupun tidak divonis mati pelaku harus dipenjara seumur hidup tanpa diberikan keringanan hukuman sampai akhir hayatnya
hukuman paling berat yang ditujukan kepada koruptor bukan sekadar untuk membuatnya jera tetapi juga sebagai tonggak sejarah bagi sebuah bangsa bahwa korupsi adalah perbuatan nista dan berakibat sangat buruk terhadap masyarakat
dengan adanya hukuman paling berat dalam sejarah suatu bangsa maka keluarga koruptor dan seluruh warga negara dapat benar-benar menjadikan korupsi sebagai perbuatan haram berdosa kepada tuhan serta merugikan manusia sehingga harus dihindari seluruh keturunan koruptor serta masyarakat pada umumnya akan tertanam di dalam hati dan pikirannya untuk tidak melakukan korupsi di masa yang akan datang

dengan demikian tanpa perlu di gembar-gembor kan di setiap kesempatan langkah-langkah penegakan hukum bagi koruptor akan mampu menjauhkan negara dari polusi dan efek negatif perbuatan korupsi

ketiga menyuap atau nyogok kepada pihak-pihak tertentu agar bisa diangkat menjadi pegawai negeri sipil karyawan polisi tentara atau profesi lain dianggap sesuatu yang lumrah
suap bisa mendorong manusia untuk melakukan korupsi bagi masyarakat yang telah sakit atau terjun kiri balik nalar nya
suap dianggap sebagai perbuatan biasa karena sudah lazim dilakukan oknum tertentu akibatnya suap dipahami sebagai hal biasa yang boleh boleh saja dilakukan serta tidak dianggap perbuatan menyimpang
suap dianggap perbuatan yang boleh dilakukan oleh siapapun asalkan memiliki uang
penyuapan merupakan tindakan curang terhadap orang lain sebagai contoh orang yang sebenarnya berhak menjadi pns karyawan atau pegawai di sebuah instansi dapat digusur oleh orang lain yang memberikan suap
 pada sebenarnya orang yang melakukan pemyuapan tersebut dinyatakan gagal dalam seleksi sehingga tidak kompeten untuk menduduki jabatan tertentu
sehingga penyuapan tersebut telah meninggalkan orang yang sebenarnya berhak menduduki sebuah jabatan digantikan oleh seorang pegawai yang tidak redi beli dan tidak memenuhi kualifikasi sesuai keahlian yang dibutuhkan negara
sehingga negara hanya diisi oleh pegawai yang tidak profesional sebagai dampak dari pegawai negara yang tidak profesional rakyat atau masyarakat umum mengalami kerugian akibat tidak mendapatkan pelayanan sebagaimana semestinya
dengan alasan apapun menyuap untuk mendapatkan pekerjaan dalam perbuatan tidak terpuji dasar moral sangat tercela
para pelaku baik memberi dan penerima suap jika tertangkap basah harus dijatuhi hukuman seberat beratnya sebab tindakan kedua pihak ini sangat merugikan masyarakat luas
 hukuman mereka perlu diberi berat bahkan secara dengan koruptor apabila hukuman seperti itu di terapkan dan mereka diharapkan jadian serupa tidak akan terjadi lagi

keempat menyuap setiap tahunnya  kepada pihak-pihak tertentu untuk melicinkan sebuah proyek merupakan kewajaran
menyuap kepada pihak tertentu demi mendapatkan proyek atau tender dari pemerintah merupakan bentuk kecurangan yang dianggap wajar
 kenyataan yang seharusnya tidak terjadi ini malah dianggap lah dimulai masyarakat akibat ulah beberapa kalender orang misalnya pengusaha kontraktor dan sebagainya sehingga timbul berbagai persoalan di kemudian hari berkaitan dengan proyek-proyek pemerintah
 permainan proyek antara oknum pejabat dengan kontraktor atau pengusaha bukan lagi menjadi rahasia masyarakat luas
sudah tahu kan hal itu hanya saja mereka tidak bisa berbuat apa-apa selain membiar kan atau menjadikannya bahan obrolan ketika berada di pos ronda warung-warung dan tempat umum lainnya
praktek kerja sama saling menguntungkan antara beberapa individu yang merugikan keuangan negara dan kepentingan masyarakat luas ini terjadi di bawah meja di balik layar atau di lorong lorong gelap pihak berwajib tidak mudah mendeteksi dan menangkap tangan kerjasama antar pejabat instansi yang sering disebut kejahatan gerak putih ini pada efek dari permainan ini sangat merugikan negara dan masyarakat


kelima pejabat yang seharusnya bekerja sebagai pelayan masyarakat malah meminta untuk dilayani
pejabat ber mental dan bermula rendang semacam itu sudah merusak tatanan ideal yang mendung diri balik kan kenyataan
dari yang seharusnya memberikan pelayanan malam minta untuk dilayani pejabat yang bertugas memberikan kemudahan kepada masyarakat di dalam mulut surat sebening malah mempersulit mereka untuk mendapatkan satu atau beberapa lembar surat yang sangat dibutuhkan
 apabila mental birokrat selama menjabat seperti sosok minggat maka akan semakin mengisahkan rakyat birokrat bermain tali buruk hanya terus akan menjadikan rakyat sebagai budak nya

keenam anggota dewan memotong dana bantuan untuk kepentingan pribadi padahal seharusnya iya menjaga agar bantuan itu sampai di masyarakat secara utuh
anggota dewan perwakilan rakyat merupakan manusia terhormat karena berwenang sekaligus berkewajiban memperjuangkan kepentingan rakyat merdeka mewakili rakyat untuk memperjuangkan hak-hak nya yang terkadang diabaikan penguasa di pundak merekalah nasib rakyat digantungkan
kenyataan ini sudah banyak diketahui oleh masyarakat hanya saja sebagian masyarakat bersikap tidak perduli sehingga seterusnya kan tetap dibodohi oleh oknum anggota dewan
sebagai contoh masyarakat sebuah wilayah mendapatkan bantuan dari pemerintah lewat perjuangan anggota dewan tersebut namun ternyata upaya yang dilakukan anggota dewan tersebut tidak gratis anggota dewan memotong brandon dengan alasan dialokasikan untuk dana partai apa administrasi
 kemudian masyarakat tersebut pada saat minimum diwajibkan memilih kembali anggota dewan tersebut
jadi anggota dewan berikan bantuan dengan motif ganda yakni mendapatkan suara pada saat pemilu serta mengambil hak rakyat dalam wujud memotong bantuan
ironisnya masyarakat atau rakyat di walah tersebut tidak  mempermasalahkan nya dan tetap menjalani hari-hari biasa secara damai
keadaan yang berlangsung ini tidak lepas dari ketidaktahuan masyarakat mengenai tugas dan fungsi anggota dewan pada jika masyarakat cerdas tentu saja mereka tidak akan dikurangi atau ditipu oleh anggota dewan
 lebih parah lagi rakyat yang ditipu masih harus menghormati oknum anggota dewan bahkan memilihnya kembali pada saat pemilu periode berikutnya sungguh ke sialan yang bertubi-tubi dan akan terus berlanjut kecuali terjadi revolusi cara berpikir masyarakat


ke tujuh calon anggota legislatif dianggap wajar membeli suara agar dirinya terpilih menduduki kursi dewan perwakilan rakyat
caleg yang hanya berorientasi pada kedudukan tidak peduli sebesar apapun biaya yang harus dikeluarkan baginya yang terpenting adalah meraih kemenangan bahkan apabila ia menanggung semua utang sekalipun hal itu tidak menjadi masalah sebab ia berpikir pada saat menjadi anggota dewan nanti bisa mencari pilihan alias uang untuk menggali mengembalikan modal
 bukan hal mengejutkan jika para caleg yang berani melakukan mani politik akan melakukan apa saja untuk mengembalikan modal setelah menjadi anggota dewan
 dengan demikian belajar dari itu orientasi pelaku politik uang adalah mencari laba jalan pintas sekaligus tidak pantas dilakukan oknum anggota dewan itu untuk mengejar balik modal antara lain dengan melibatkan diri pada proyek-proyek pemerintah atau melakukan permainan lain demi mendapatkan dana besar
apabila anggota dewan mampu meraup uang dalam jumlah besar jauh melebihi gajinya maka patut dicurigai bawa dia telah melakukan penyelewengan anggaran bersama oknum dari instansi pemerintah dengarkan buruk ini dipicu akibat pengeluaran uang yang besar pada saat kampanye bila masyarakat tidak terjadi menghendaki peristiwa seperti yang digambarkan tersebut mereka harus berani menolak secara tegas pemberian uang dari jarak saat kampanye



kedelapan calon pemimpin dianggap wajar mengeluarkan biaya besar untuk membeli suara rakyat demi kemenangan nya dengan alasan jer basuki mawa bea
kasus ini sama dengan adanya caleg yang membeli suara rakyat dengan tujuan untuk mendapatkan kedudukan sebagai anggota dewan
namun pada tataran pilkades atau pemilihan lurah kepala desa money politik boleh dibilang empires selalu terjadi di lapangan banyak ditemukan praktek pembelian suara dalam gelaran pilkades di sebuah desa masyarakat bisa memahami
 ketika ada jalan kepala desa berani mengeluarkan uang dalam jumlah besar demi kemenangan nya ya secara nekat menjual apa saja yang dimiliki agar bisa mencalonkan diri dan memenangkan pertarungan pilkades ketika sudah memasuki arena pertarungan memperebutkan kursi kepala desa atau lurah terkadang ia bisa lupa daratan
 prinsip jer basuki mawa beya yang berarti jika ingin sukses harus berani berkorban di salah artikan antara lain dengan meminta petunjuk dari paranormal atau dukun hingga melakukan pembelian suara atau money politik

karena faktor uang terkadang sebuah desa dipimpin oleh pemenang pilkada satu pilkada yang sebenarnya secara potensi kecerdasan dan kecakapan tidak memenuhi standar namun karena dalam demokrasi pemenangnya ditentukan suara terbanyak maka mau tidak mau rakyat tersebut harus menerimanya mereka harus rela dipimpin oleh orang yang tidak berkompeten, bodoh, kapabilitas rendah serta tidak mampu melakukan tugas-tugas secara maksimal demi kemaslahatan bersama


kesembilan pejabat harus tampil mewah untuk menunjukkan citra bahwa rakyat yang dipimpinnya sejahtera
pejabat digambarkan sebagai sosok kayak raya banyak uang serta pergi ke mana saja menggunakan mobil mewah dengan pengawalan khusus
 pejabat selalu berpakaian mengkilap tak tersentuh rakyat jelata serta solid ditemui siapapun apabila sebelumnya belum membuat janji meskipun sebenarnya setiap hari yang selalu berada di kantor
berdasarkan gambaran tersebut seorang memilih jabatan yang tidak sesuai dengan gambaran diatas dianggap bukan pejabat
stickma masyarakat tentang pejabat antara lain harus tampak keren parlente modis bersih
 berbagai jenis sepatu serta berbagai elemen yang menunjukkan kewibawaan dari segi penampilan
 gambaran tersebut membuat terlanjur tertanam pola pikir  pejabat baru selalu tampil sempurna disertai hal-hal pendukung lainnya semisal mobil mewah penampilan diutamakan sedangkan hasil kerja dianggap tidak terlalu penting bagi pejabat seperti itu
 yang terpenting dan paling utama yang menampilkan diri secara mewah agar menunjukkan bahwa rakyatnya sejahtera sungguh
 sebuah ironi ketika kenyataannya semestinya tidak boleh terjadi ternyata selama ini justru dipelihara kenyataan yang sebenarnya lebih banyak merupakan kepentingan umum justru dianggap biasa oleh masyarakat untuk mengatasi hal itu pengetahuan tentang tata gelora pemerintahan lukas pemerintah kewajiban pejabat serta berbagai pernak-pernik menyangkut pengelolaan negara perlu baru akan kepada masyarakat adapun bagi masarakat maka juga harus banyak belajar tentang berbagai hal agar mampu menempatkan segala sesuatu secara proporsional



begitulah indikator ironis zaman yang telah berlaku sejak berpuluh puluh tahun silam tersebut
ironi zaman edan
saatnya pemuda bangkit
saatnya masyarakat jeda
saatnya semua warga kritis agar jaman edan sudah tidak terjadi lagi
mari bergabung mari bersama mari satukan indonesia

Bumi Wajak TULUNGAGUNG
12 ramadhan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar