Selasa, 05 Mei 2020

Memoar sejarah PMII dari masa ke masa Part I *Oleh Fikri Imanullah* _(mahasiswa STAI DIPONEGORO TULUNGAGUNG)_

Memoar sejarah PMII dari masa ke masa
Part I


*Oleh Fikri Imanullah*
_(mahasiswa STAI DIPONEGORO TULUNGAGUNG)_

Masa Embrional Kelahiran PMII (1955-1963)
Cikal Bakal PMII
Ide dasar berdirinya Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) bermula dari adanya hasrat kuat para mahasiswa Nahdliyin untuk membentuk suatu wadah (organisasi) mahasiswa yang berediologi Ahlussunnah Waljama’ah (aswaja). Ide ini tak dapat dipisahkan dari eksistensi IPNU-IPPNU (ikatan pelajar nahadlatul ulama - ikatan pelajar nahdlatul ulama), secara historis, PMII mrupakan mata rantai dar departemen perguruan tinggi IPNU yang dibentuk dalam muktamar IIII PNU di Cirebon Jawa Barat pada tanggal 27 - 31 Desember 1958. Di dalam wadah IPNU-IPPNU ini banyak terdapat mahasiswa yang menjadi anggotanya, bahkan mayoritas fungsionaris pengurus pusat IPNU-IPPNU berpredikat sebagai mahasiswa.  Itulah sebabnya, keinginan dikalangan mereka untuk membentuk suatu wadah khusus yang menghimpun para mahasiswa nahdliyin. Pemikiran ini sempat terlontar pada muktamar II IPNU tanggal 1-5 Januari di Pekalongan Jawa Tengah) tetapi para pucuk pimpinan IPNU sendiri tidak menanggapi secara serius. Hal ini mungkin dikarenakan kondisi di dalam IPNU sendiri masih perlu pembenahan, yakni banyaknya fungsionaris IPNU yang telah berstatus mahasiswa, sehingga dikhawatirkan bila wadah khusus untuk mahasiswa ini berdiri akan mempengaruhi perjalanan IPNU yang baru saja terbentuk, Tetapi aspirasi kalangan mahasiswa yang tergabung dalam IPNU ini makin kuat, hal ini terbukti pada muktamar III IPNU di Cirebon Jawa Barat, pucuk pimpinan IPNU didesak oleh para peserta muktamar membentuk suatu wadah khusus yang akan menampung para mahasiswa nahdliyin, namun secara fungsional dan struktur organisatoris masih tetap dalam naungan IPNU, yakni dalam wadah departemen perguruan tinggi IPNU).

Namun langkah yang diambil oleh IPNU untuk menampung aspirasi para mahasiswa nahdliyin dengan membentuk departemen perguruan tinggi IPNU pada kenyataannya tidak berjalan sebagaimana yang diharapkan. Terbukti pada Konfrensi Besar IPNU di Kaliurang Yogjakarta pada tanggal 14 - 16 Maret 1960, Forum konprensi besar memutuskan terbentuknya suatu wadah/organisasi mahasiswa nahdliyin yang terpisah secara struktural maupun fungsional dari IPNU-IPPNU.


Upaya dibalik Kelahiran PMII
Usaha untuk mendirikan suatu wadah yang khusus menghimpun mahasiswa nahdliyin sebenarnya sudah lama ada, hal ini dapat dilihat dengan adanya kegiatan sekelompok mahasiswa NU yang di Jakarta. Patut dicatat disini:
Pertama: misalnya berdirinya  IMANU (ikatan mahasiswa NU) pada bulan Desember 1955 di Jakarta. Namun kehadirannya belum bisa diterima oleh banyak pihak, terutama oleh kalangan sespuh NU sendiri. Sebab disamping kelahiran IPNU itu sendiri masih baru (didirikan pada tanggal 24 Februari 1954) yang notabene mayoritas pengurusnya mahasiswa, sehingga dikhawatirkan justru akan melumpuhkan IPNU.
Kedua: Sekelompok mahasiswa nahdliyin yang berdomisili di kota Surakarta Jawa Tengah yang diprakarsai oleh H. Mustahal Ahmad, juga sempat mendirikan suatu organisasi yang diberi nama “Keluarga Mahasiswa NU” (KMNU) Surakarta, juga pada tahun 1955. Bahkan KMNU ini merupakan organisasi mahasiswa yang NU yang mampu bertahan sampai lahirnya PMII pada tahun 1960).

Ketiga: Di Bandung ada usaha serupa dengan nama PMNU (persatuan mahasiswa NU) dan masih banyak lagi di kota-kota lain dimana ada perguruan tinggi yang mempunyai gejala yang sama, tetapi ternyata pimpinan IPNU tetap membendung usaha-usaha tersebut dengan suatu pemikiran bahwa pimpinan pusat IPNU akan lebih mengintensifkan pada usaha-usaha mengadakan penelitian pada dua permasalahan pokok: Seberapa besar potensi mahasiswa NU dan Sampai seberapa jauh kemampuan untuk berdiri sebagai organisasi mahasiswa).

Upaya yang dilakukan oleh IPNU dengan membnetuk departemen perguruan tinggi untuk menampung aspirasi mahasiswa nahdliyin, tidak banyak berarti bagi kemajuan dan perkembangan mahasiswa nahdliyin, haltersebut disebabkan beberapa hal: Pertama, Kondisi obyektif menunjukkan bahwa keinginan para pelajar sangat berbeda denga keinginan, dinamika dan perilaku mahasiawa. Kedua, Kenyataan gerak dari departemen perguruan tinggi IPNU itu sangat terbatas sekali. Terbukti untuk duduk sebagai anggota PPMI persatuan perhimpunan mahasiswa indonesia), suatu konfederasi organisasi mahasiswa ekstra universitas tidak mungkin bisa, sebab PPMI merupakan organisasi yang hanya menampung ormas-ormas mahasiswa. Apalagi dalam MMI (majlis mahasiswa indonesia), suatu federasi dari dewan/senat mahasiswa, juga tak mungkin dilakukan).

Kesimpulan dari perdebatan mengenai hasil pengamatan ketua IPNU waktu itu ternyata tidak berbeda jauh. Para anggota pimpinan pusat IPNU lebih condong untuk merintis pembentukan wadah khusus bagi mahasiswa nahdliyin. Pertimbangan yang menyertai kwsimpulan ini juga lebih kompleks. Sebab di penghujung dasa warsa 1950 itu situasi politik dan keamanan di tanah sir kita sedang bergolak.

Dengan demikian, pertimbangan-pertimbangan yang diperdebatkan dalam rapat piminan pusat IPNU itu: Pertama: Wadah departemen perguruan tinggi IPNU dianggap tidak lagi memadai, tidak cukup kuat untuk mewadahi gerakan kemahasiswaan. Kedua: Perkembangan poltik dan keamanan di dalam negeri menuntut pengamatan yang ekstra hati-hati, khususnya bagi para mahasiswa Islam. Ketiga: Satu-satunya wadah kemahasiswaan Islam yang ada pada waktu itu ialah HMI (himpunan mahasiswa Islam), yang tokoh-tokohnya dinilai terlalu dekat dengan partai Masyumi, sedangkan tokoh masyumi telah melibatkan diri dalam pemberontakan PRRI.

Sementara itu, dikalangan intern NU sendiri, waktu itu masih belum terungkap suatu rasa percaya diri. Maksudnya para tokoh pimpinan NU masih seolah-olah dalam lingkungan jam’iyah nahdliyin tidak ada anggota yang berkualitas  intelektual. Sehingga untuk mengisi jabatan menteri dan anggota DPR saja, pimpinan NU terpaksa meng-NU-kan sarjana-sarjana dari luar lingkungan nahdliyin. Padahal NU waktu itu adalah sebuah partai besar, pemenang nomor tiga dalam pemili 1955. Kewibawaan partai NU tidak selayaknya dihambur-hamburkan untuk memberi hadiah jabatan dan kedudukan kepada orang diluar jema’ah.

Inilah ciri yang selalu diteriakkan para mahasiswa nahdliyin pada waktu itu. Dan merekapun merasa perlu segera melakukan langkah-langkah tertentu untuk meyakinkan semua pihak yang berkepentingan, bahwa dalam lingkungan nahdliyin sudah muncul banyak generasi muda yang berpendidikan perguruan tinggi).

Menyadari keterbatasan dan berkat dorongan-dorongan berbagai kenyataan obyektif serta adanya usaha mengambil langkah-langkah pertimbangan, antara lain: Pertama, Didirikannya perguruan tinggi NU di berbagai tempat, misalnya PTINU di Surakarta (sekarang Universitas NU), Fakultas Ekonomi dan Tata Niaga serta fakultas Hukum dan Tata Praja di Bandung (sekarang Universitas Islam Nusantara - Uninus) dan Akademi ilmu pendidikan dan Agama Islam di Malang (sekarang Universitas Islam Malang - Unisma). Kedua, Adanya keinginan dari individu-individu mahasiswa  nahdliyin yang menuntut ilmu di perguruan tinggi NU maupun pergutuan tingg negeri dan lainnya untuk segera mengkonkritkan suatu wadah khusus bagi mahasiswa nahdliyin. Ketiga, Adanya signal dari pucuk pimpinan LP. Ma’arif NU sendiri untuk lebih mengkonkritkan bentuk organisasi mahasiswa nahdliyin. Keempat, Adanya kenyataan praktis maupun psikologis yang sangat bertolak belakang diantara pelajar dan mahasiswa khususnya yang tergabung dalam IPNU, baik dari segi belajar, dinamika maupun strategi perjuangannya, semakin mendorong terbentunya suatu wadah tersendiri).

Semangat untuk mendirikan organisasi mahasiswa yang khusus dilingkungan mahasiswa nahdliyin nampak semakin menguat. Puncaknya ketika IPNU mengadakan konprensi besar pada tanggal 14 - 17 Maret 1960, setelah sahabat Isma’il Makky (selaku ketua departemen perguruan tinggi IPNU) dan sahabat Moh. Hartono BA (mantan wakil pimpinan Usaha Harian Pelita Jakarta) berbicara di depan peserta komprensi besar IPNU tersebut di Kaliurang Yogjakarta. Dari sinilah akhirnya lahir suatu keputusan “perlunya didirikan suatu organisasi mahasiswa secara khusus bagi mahasiswa nahdliyin) yang lepas baik secara struktural organisatoris maupun adminstratif.

Untuk mempersiapkan musyawarah pembentukan suatu wadah/organisasi mahasiswa tersebut dibentuklah 13 orang panitia sebagai sponsor pendiri organisasi mahasiswa nahdliyin dengan limit waktu kerja satu bulan, yang diirencanakan dilaksanaka di Surabaya).


Situasi dan Kondisi Politik Sekitar Kelahiran PMII
Ada beberapa situasi dan kondisi yang melatar belakangi proses kelahiran PMII saat itu, antara lain situasi politik negara Republik Indonesia, Posisi Umat Islam Indonesia, dan Keadaan Organisasi Mahasiswa saat itu. Namun disini penulis tidak akan mengulas semua situasi dan kondisi politik disekitar proses kelahiran PMII tersebut, tetapi hanya akan sedikit mengulas keadaan organisasi mahasiswa saat itu.

Yang dimaksud dengan keadaan organisasi mahasiswa disini adalah suatu wadah aktivitas para mahasiswa di luar kampus (ekstra universiter dan ekstra kurikuler). Dengan wadah seperti itu aktivitas mahasiswa banyak memberikan andil besar terhadap pasang surutnya sejarah bangsa Indonesia, khususunya generasi muda. Andil tersebut biasanya digerakkan oleh idealisme yang berorientasi pada situasi yang selalu menghendaki adanya perubahan kearah perbaikan bangsanya, sesuai dengan cita-cita proklamasi kemerdekaan Indonesia, Pancasila dan UUD 1945.

Generasi muda khususnya para mahasiswa merupakan kelompok terpelajar yang mendapat perhatian dari pemerintah, lantaran menyangkut masa depan kehidupan bangsa. Situasi dunia kemahasiswaan saat itu banyak terkait dengan kondisi politik nasional. Sebab sejarah kemahasiswaan di Indonesia pun paralel dengan apa yang terjadi pada dasa warsa 1950-an, kegiatan mahasiswa pada dasa warsa 1950-an banyak berkaitan dengan persoalan-persoalan politik, sebab mahasiswa pada saat itu lebih cendrung merupakan alat partai politik). Oleh karena itu wajar kalau organisasi mahasiswa harus terlibat dalam masalah penyusunan kabinet.) Demikian juga misalnya ketika pelaksanaan Pemilu tahun 1955, organisasi mahasiswa Islam yang diwakili oleh HMI pada saat itu menyerukan kepada masyarakat supaya memilih partai-partai Islam, dan khusus kepada warganya supaya memilih salah satu partai Islam yang disenangi. Sedangkan dalam pelaksanaan sidang Dewan Konstituante 1957 di Bandung diwakili oleh Porpisi (perserikatan organisasi-organisasi pemuda Islam Indonesia) yang dipimpin oleh EZ. Muttaqin menjadi peninjau pada pelaksanaan sidang tersebut.

Keterlibatan mahasiswa dalam politik praktis di imbangi pula oleh aktivitas-aktivitas di bidang kepemudaan, baik dalam skala nasional maupun International. Porpisi dan FPII (front pemuda Islam Indonesia) adalah dua organisasi yang telah mengantarkan peran serta para pemuda islam Indonesia. Demikian juga kahadiran GPII (Gerakan pemuda Islam Indonesia) sebelumnya telah memainkan peranan penting dalam hubungannya dengan BKPRI (Badan Kongres Pemuda Republik Indonesia) yang dipimpin oleh Khairul Saleh. Dalam pertemuan Kongres Pemuda Islam sedunia (International Assembly of Muslem Youth) pada tahun 1955 di Karachi Pakistan, pemuda Islam Indonesia diwakili oleh PORPISI.

Sementara PPMI (Perserikatan Perhimpunan Mahasiswa Indonesia) dan MMI (Majlis Mahasiswa Indonesia) yaitu wadah federatif organisasi ekstra dan intra-universiter telah memberi warna tersendiri dalam dunia kemahasiswaan. PPMI berdiri tahun 1947 yang didukung oleh organisasi-organisasi ekstra-universiter baik yang beraliran nasionalis, agama, sosialis maupun organisasi lokal. Organisasi sangat aktif dalam kegiatan-kegiatan politik dalam dan luar negeri. Sebagai atas PPMI, maka mahasiswa-mahasiswa yang masih menginginkan kemurnian aktivitasnya dari politik mereka mendirikan organisasi Intra-universiter di tiap-tiap perguruan tinggi beruapa Sema (Senat Mahasiswa) dan Dema (Dewan Mahasiswa) yang akhirnya berkembang menjadi MMI. Akan tetapi dalam perjalanan sejarahnya PPMI dan MMI juga sama saja, yaitu kedua organisasi ini tidak bisa melepaskan diri dari soal politik. Oleh karena itu jika mengungkapkan dunia kemahasiswaan secara organisasi pada tahun 1950-an tidak terlepas dari adanya persaingan politik dalam dua tubuh organisasi federatif itu, bahkan persaingan tersebut berlangsung hingga tahun 1965 disaat meletusnya G.30.S/PKI. PPMI dan MMI yang sudah didominasi oleh CGMI (Consentrasi Gerakan Mahasiswa Indonesia) yang berhaluan Komunis kemudian tamat riwayatnya bersamaan dengan penganyangan terhadap G.30.S/PKI.

Dinamika kehidupan mahasiswa yang seperti itu telah mendorong sekelompok mahasiswa nahdliyin untuk ikut berperan didalamnya, sebab dalam suasana seperti itu para mahasiswa nahdliyin merasa tidak cukup tersalurkan aspirasinya hanya melalui HMI. Wajar bila akhirnya para mahasiswa nahdliyin segera membentuk wadah tersendiri, disamping alasan intern yakni IPNU sudah tidak lagi mampu mewadahi gerakan para mahasiswa nahdliyin tersebut.


Proses Kelahiran PMII
Seperti telah disebutkan dimuka bahwa pada puncak konfrensi besar IPNU pada tanggal 14 - 17 Maret 1960  di Kaliurang Yogjakarta dicetuskan suatu keputusan perlunya didirikan suatu organisasi mahasiswa yang terlepas dari IPNU baik secara struktur organisatoris maupun administratif. Kemudian dibentuklah panitia sponsor pendiri organisasi mahasiswa yang terdiri dari 13 orang dengan tugas melaksanakan musyawarah mahasiswa nahdliyin se-Indonesia, bertempat di Surabaya dengan limit waktu satu bulan setelah keputusan itu. Adapun ke 13 sponsor pendiri organisasi mahasiswa itu adalah sebagai berikut:

Sahabat Cholid Mawardi (Jakarta)
Said Budairy (...)
M. Sobich Ubaid
M. Makmun Syukri BA (Bandung)
Hilman (...)
H. Isma’il Makky (Yogjakarta)
Munsif Nahrawi (...)
Nuril Huda Suaidy HA (Surakarta)
Laily Mansur (...)
Abd. Wahab Jailani (Semarang)
Hisbullah Huda (Surabaya)
M. Cholid Narbuko (Malang)
Ahmad Husain (Makasar)

Seperti diuraikan oleh sahabat Chotbul Umam (mantan Rektor PTIQ Jakarta), sebelum malaksanakan musyawarah mahasiswa nahdliyin, terlebih dahulu 3 dari 13 orang sponsor pendiri itu - terdiri dari :

Sahabat  Hisbullah Huda (Surabaya)
M. Said Budaury (Jakarta)
Makmun Syukri BA (Bandung)

Pada tanggal 19 Maret 1960 mereka berangkat ke Jakarta menghadap ketua Umum partai NU yaitu KH. DR. Idham Khalid untu meminta nasehat sebagai pegangan pokok dalam musyawarah  yang akan dilaksanakan. Dan pada tanggal 24 Maret 1960 mereka diterima oleh ketua partai NU, dalam pertemuan tersebut selain memberikan nasehat sebagai landasan pokok untuk musyawarah, beliau juga menekankan hendaknya oraganisasi yang akan dibentuk itu benar-benar dapat diandalkan sebagai kader partai NU, dan menjadi mahasiswa yang berprinsip ilmu untuk diamalkan bagi kepentingan rakyat, bukan ilmu untuk ilmu. Yang lebih penting lagi yaitu menjadi manusia yang cakap serta bertaqwa kepada Allah SWT. Setelah beliau menyatakan “merestui musyawarah mahasiswa nahdliyin yang akan diadakan di Surabayaitu”).

Pesan yang disampaikan oleh ketua partai NU tersebut, terasa sekali suasana kepercayaan NU pada organisasi mahasiswa yang akan dibentuk ini. Bagaimana dengan organisasi yang lain ?, keadaan yang demikian ini nampaknya dapat kita maklumi.

Keadaan waktu itu (60-an) memang sangat kondusif bagi organisasi mahasiswa untuk bersikap politis bahkan partai minded. Meningkatnya jumlah ormas-ormas mahasiswa disertai oleh meningkatnya peran mereka secara kualitas dan terbukanya kesempatan untuk mobilitas sosial  dibidang politik). Hal ini senada yang disampaikan oleh Rocamora (dikutip oleh Burhan D. Magenda dalam Prisma nomor 12 Desember 1977) tentang keterkaitan/hubungan antara organisasi mahasiswa dan partai politik. Rocamora menunjukkan bagaimana pimpinan organisasi mahasiswa berafiliasi dengan partai politik waktu itu. Proses regenerasi ini berjalan secara damai dan sesuai dengan prinsip-prinsip organisasi. Gejala seperti itu juga terlihat hampir pada semua organisasi mahasiswa, termasuk di dalamnya PMII yang baru dibentuk).

Kalau PMII juga aktif dibidang politik, seperti ang disampaikan oleh Abd, Rohim Hasan di depan forum Kongres PMII ke IV di Makasar pada tahun 1970 “mengapa PMII mesti berpolitik ? bukankah itu akan mengganggu tugas utamanya, belajar dan belajar ?, bukankah persoalan poltik itu nanti setelah lulus dan terjun ditengah masyarakat ?, Ruang kuliah adalah preparasi untuk pekerjaan politik. Gerakan-gerakan kita adalah sekaligus gerakan belajar dan gerakan politik). Lebih lanjut ia mengatakan “Mengapa PMII mesti berpolitik baik secara praktis maupun konsepsional, belajar dan berpolitik bukanlah suatu hal yang tabu, tetapi justru prinsip berpolitik itu adalah bersamaan dengan keberadaan PMII itu sendiri. Hal ini ditegaskan dalam dokumen historis PMII - Gelora Megamendung - Pokok-pokok pikiran training course II PMII pada tanggal 17 - 27 April 1965 di Megamendung Bogor Jawa Barat - yang menolak dengan tegas prisnsip ilmu untuk ilmu. PMII dengan tegas menetapkan bahwa ilmu harus diamalkan, dalam arti untuk kepentingan agama, bangsa dan negara. Bagi PMII organisasi tak lebih sebagai alat perjuangan, sedang berpolitik tak lain untuk mengamalkan ilmu pengetahuan dalam perjuangan mengabdikan diri pada agama, bangsa dan negara. Tugas setiap warga PMIIadalah memadukan ketinggian ilmu dan kesadaran berpolitik. Berpolitik bagi PMII (waktu itu) dan terjun dalam kegiatan partai dalam bentuk apapun).

Awal mula berdirinya PMII nampaknya lebih dimaksudkan sebagai alat untuk memperkuat partai NU. Hal ini terlihat jelas dalam aktivitas PMII antara tahun 1960 - 1972 (sebelum PMII menyatakan diri independen) sebagian besar program-programnya berorientasi politis. Ada beberapa hal yang melatarbelakangi:

Pertama: Adanya anggapan bahwa PMII dilahirkan untuk pertama kali sebagai kader muda partai NU, sehingga gerakan dan aktivitasnya selalu diorientasikan untuk menunjang gerak dan langkah partai NU.

Kedua: Suasana kehidupan berbangsa dan bernegara pada waktu itu sangat kondusif untuk gerakan-gerakan politk, sehingga politik sebagai panglima betul-betul menjadi policy pemerintah orde lama. Dan PMII sebagai bagian dari komponen bangsa mau tidak mau harus berperan aktif dalam konstalasi politik seperti itu).

Lebih jauh Sahabat H. Mahbub Junaidi mengatakan (sambutan pada acara Panca warsa hari lahir PMII) “Mereka bilang mahasiswa yang baik adalah mahasiswa non partai, bahkan non politis, yang berdiri diatas semua golongan, tidak kesana, tidak kesini, seperti seorang mandor yang tidak berpihak. Sebaliknya kita beranggapan, justru mahasiswa itulah yang harus berpartisipasi secara konkrit dengan kegiatan-kegiatan partai politik).

Seperti diketahui, bahwa kelahiran PMII disponsori oleh 13 orang tokoh mahasiswa nahdliyin. Mereka berasal dari Jakarta, Bandung, Semarang, Surakarta, Yogjakarta, Surabaya, Malang dan Makasar (Ujung pandang), maka kedelapan kota itulah cikal bakal berdirinya cabang-cabang PMII yang pertama kali. Adapaun yang menjadi pucuk pimpinan PMII (sekarang PB) periode pertama ini adalah sebagai berikut:

SUSUNAN PIMPINAN PUSAT PMII
( Periode 1960  - 1961 )

Ketua Umum: H. Mahbub Junaidi
Ketua Satu: Drs. H. Chalid Mawardi
Ketua Dua: Drs. H. Sutanto Martoprasono
Sekretaris Umum: H.M. Said Budairi
Sekretaris Satu: Drs. Munsif Nahrowi
Sekretaris Dua: A. Aly Ubaid
Keuangan Satu: M. Sobich Ubaid
Keuangan Dua: Ma’sum

Departemen-departemen:
Pendidikan dan Pengajaran: MS. Hartono, BA
Penerangan dan publikasi: Aziz Marzuki
Kesejahteraan mahasiswa: Drs. H. Fahrurrozi
Kesenian dan kebudayaan: HM. Said Budairi
Keputrian: Mahmudah Nahrowi
Luar negeri: Nukman
Pembantu Umum: Drs. H. Isma’il Makky, Drs. H. Makmun Syukri, Hisbullah Huda, HS. Drs. H. Mustahal Ahmad.

Susunan kepengurusan pimpinan pusat PMII di atas adalah merupakan kelanjutan dari hasil musyawarah mahasiswa nahdliyin di kota Surabaya pada tanggal 14 - 16 April 1960 yang hanya memutuskan hal-hal sebagai berikut:

1. Berdirinya organisasi mahasiswa nahdliyin, dan organisasi tersebut diberi nama Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).

2. Penyusunan peraturan Dasar  PMII yang di dalam Mukaddimahnya jelas dinyatakan bahwa PMII merupakan kelanjutan/mata rantai dari departemen perguruan tinggi IPNU-IPPNU.

3. Persidangan dalam musyawarah mahasiswa nahdliyin itu (bertempat di Gedung madrasah Muallimin NU Wonokromo Surabaya) dimulai tanggal 14-16 April 1960. Sedangkan peraturan dasar PMII dinyatakan berlaku mulai 21 Syawal 1379 Hijriyah atau bertepatan dengan tanggal 17 April 1960. Maka mulai dari itulah PMII dinyatakan berdiri dan tanggal 17 April 1960 dinyatakan sebagai hari jadi PMII yang akan diperingati setiap tahun dengan istilah “Hari lahir Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia” (Harlah PMII).

4. Musyawarah juga memutuskan membentuk 3 orang formatur Yakni H. Mahbub Junaidi, sebagai Ketua Umum, A. Chalid Mawardi sebagai Ketua Satu, dan M. Said Budairi sebagai Sekretaris Umum PP. PMII).



Kelahiran PMII ini kemudian diproklamirkan di Balai Pemuda Surabaya dalam suatu resepsi yang mendapatkan perhatian besar dari massa mahasiswa, organisasi-organisasi ekstra dan  intra universitas di Surabaya serta dihadiri juga oleh wakil-wakil partai politik.

Mengapa organisasi yang baru dibentuk itu menggunakan nama “PMII” , dikalangan peserta musyawarah mahasiswa terlontar beberapa pemikiran yaitu:

Pertama: Seperti pola pemikiran kalangan mahasiswa pada umumnya yang diliputi oleh pemikiran bebas.
Kedua: Berfikir taktis demi masa depan organisasi yang akan dibentuk, karenanya untuk merekrut anggota harus memakai pendekatan ideologi Aswaja.
Ketiga: Inisial NU tidak perlu dicantumkan dalam nama      organisasi yang akan didirikan itu.
Keempat: Manivestasi nasionalisme  sebagai  semangat kebangsaan, karenanya Indonesia harus jelas dicantumkan.

Biarpun dikalangan peserta musyawarah tidak menampakkan persaingan yang tajam soal nama organisasi yang kan dibentuk itu, tetapi ditetapkannya nama PMII harus melalui proses seleksi di dalam musyawarah tsb.

Kendati mereka menyadari bahwa organisasi yang akan mereka lahirkan itu adalah sebagai organisasi kader Partai NU, namun mereka pada umumnya menghendaki bahwa nama “NU” tidak perlu dicantumkan. Mereka menyepakati bahwa nama organisasi yang akan dibentuk itu tidak terlepas dari unsur-unsur pemikiran sebagai berikut:

1. Menunjukkan adanya kedinamisan sebagai organisasi mahasiswa, terutama suasana pada saat itu sedang diliputi oleh isu Nasional, yaitu semangat revolusi.
2. Menampakkan identitas keislaman, sekaligus sebagai penerus paham Islam Ahluss Sunnah Wal Jama’ah
3. Memanifestasikan Nasionalisme sebagai semangat kebangsaan, karenanya nama “Indonesia” harus jelas tercantum.

Mengenai nama PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) itu sendiri, adalah usulan dari delegasi Bandung dan Surabaya yang mendapatkan dukungan dari utusan Surakarta. Sementara delegasi dari Yogjakarta mengusulkan nama “Perhimpunan/Persatuan Mahasiswa Ahlussunnah Waljama’ah” dan nama “Perhimpunan Mahasiswa Sunny”. Sedangkan utusan dari Jakarta mengusulkan nama “IMANU” (ikatan mahasiswa nahdlatul Ulama).

Akhirnya forum menyetujui nama “PMII”, singkatan dari “Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia”, setelah melalui beberapa perdebatan, Apakah PMII itu singkatan dari “Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia”, atau “Perhimpunan Mahasiswa Islam Indonesia?”. Ternyata permasalahannya mengerucut pada haruf  “ P ”.  Kemudian atas dasar pemikiran bahwa sifat mahasiswa itu diantaranya harus aktif, dinamis atau bergerak (movement). Selanjutnya mendapat awalan “Per” dan akhiran “an”, maka disepakati huruf  “P” kependekan dari “Pergerakan”.

Makna “Pergerakan”  yang terkandung dalam PMII adalah Dinamika dari hamba (makhluk) yang senantiasa bergerak menuju tujuan idealnya memberikan rahmat bagi alam sekitarnya.

Dalam konteks individual, komunitas maupun organisatoris, kiprah PMII harus senantiasa mencerminkan pergerakannya menuju kondisi yang labih baik sebagai perwujudan tanggung jawabnya memberi rahmat pada lingkungannya.

“Pergerakan” dalam hubungannya dengan organisasi mahasiswa menuntut upaya sadar untuk membina dan mengembangkan potensi ketuhanan dan potensi kemanusiaan agar gerak dinamika menuju tujuannya selalu berada didalam kualitas ke khalifahannya.

Pengertian “Mahasiswa”  yang terkandung dalam PMII adalah golongan generasi muda yang menuntut ilmu di perguruan tinggi yang mempunyai identitas diri.

Identitas diri mahasiswa terbangun oleh citra diri sebagai insan religius, insan akademis, insan sosial dan isan mandiri. Dari identitas mahasiswa tersebut terpantul tanggung jawab keagamaan, tanggung jawan intelektual, tanggung jawab sosial kemasyarakatan dan tanggung jawab individu baik sebagai hamba Tuhan maupun sebagai warga bangsa dan Negara.

Pengertian “Islam” yang terkandung dalam PMII adalah Islam sebagai agama yang dipahami dengan paradigma ahlussunnah waljama’ah yaitu konsep pendekatan terhadap ajaran agama Isalam secara proporsional antara Iman. Islam dan Ihsan yang di dalam pola pikir dan pola perilakunya tercermin sifat-sifat selektif, akomodatif dan integratif.

Pengertian “Indonesia”  yang terkandung dalan PMII adalah masyarakat, bangsa dan negara Indonesia yang mempunyai falsafah dan ideologi bangsa (Pancasila) serta UUD 1945 dengan kesadaran kesatuan dan keutuhan bangsa dan negara yang terbentang dari Sabang sampai Merauke yang di ikat dengan kesadaran wawasan Nusantara.

Secara totalitas PMII sebagai organisasi merupakan suatu gerakan yang bertujuan melahirkan kader-kader bangsa yang mempunyai integritas diri sebagai hamba yang bertaqwa kepada Allah SWT dan atas dasar ketaqwaannya berkiprah mewujudkan peran ketuhanannya membangun masyarakat bangsa dan negara Indonesia menuju suatu tatanan masyarakat yang adil dan makmur dalam ampunan dan ridlo Allah SWT)

Sedangkan pengertian Ahlus Sunnah Wal-Jama’ah yang menjadi paham organisasi adalah Islam sebagai universalitas yang meliputi segala aspek kehidupan manusia. Aspek-aspek tersebut dapat dijabarkan kedalam tata Aqidah, Syariah, dan Tasyawuf. Dalam bidan Aqidah mengikuti paham Al-Asya’ari dan Al-Maturidi, dalam bidang syariah mengikuti salah satu mazhab empat yaitu: Syafi’I, Maliki, Hambali dan Hanafi. Sedang dalam bidang Tasawuf, mengikuti Imam Juned Al-Bagdadi dan Imam Al-Gozali. Masing-masing ketiga aspek itu dijadikan paham organisasi PMII dengan tanpa meninggalkan wawasan dasar Al-Qur’an dan As-Sunnah serta perilaku sahabat Rasul. Aspek Fiqih diupayakan penekanannya pada proses pengambilan hukum, yaitu Ushul Fiqih dan Qoidah Fiqih, bukan semata-mata hukum itu sendiri sebagai produknya. (lihat NDP PMII).

Dari uraian tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa para mahasiswa nahdliyin sebenarnya dari segi cara berfikir tidak jauh berbeda dengan mahasiswa pada umumnya, yang menghedaki kebebasan. Sedangkan dalam bertindak cendrung anti anti kemapanan, terlebih jika kelahiran PMII itu dihubungkan dengan tradisi keagamaan di kalangan NU, misalnya bagi putra-putri harus berbeda/dipisah organisasi, PMII justru keluar dari tradisi itu. Fenomena ini barangali termasuk hal yang patut mendapat perhatian bagi perkembangan pemikiran ahlussunnah wal-jama’ah.

Adapun susunan pengurus pusat PMII periode pertama ini baru tersusun secara lengkap pada bulan Mei 1960. Seperti diketahui, bahwa PMII pada awal berdirinya merupakan organisasi mahasiswa yang dependen dengan NU , maka PP. PMII dengan surat tertanggal 8 Juni 1960 mengirim surat permohonan kepada PBNU untuk mengesahkan kepengurusan PP PMII tersebut. Pada tanggal 14 Juni 1960 PBNU menyatakan bahwa organisasi PMII dapat diterima dengan sah sebagai keluarga besar partai NU dan diberi mandat untuk membentuk cabang-cabang di seluruh Indonesia, sedang yang menandatangani SK tersebut adalah DR. KH. Idham Chalid selaku ketua Umum PBNU dan H. Aminuddin Aziz selaku wakil sekretaris jendral PBNU).

Musyawarah mahasiswa nahdliyin di Surabaya yang dikenal dengan nama PMII, hanya menghasilkan peraturan dasar organisasi, maka untuk melengkapi peraturan organisasi tersebut dibentuklsn satu panitia kecil yang diketuai oleh sahabat M. Said Budairi dengan anggota sahabat Chalid mawardi dan sahabat Fahrurrazi AH, untuk merumuskan peraturan rumah tangga PMII. Dalam sidang pleno II PP PMII yang diselenggarakan dari tanggal 8 - 9 September 1960, Peraturan rumah tangga PMII dinyatakan syah berlaku melengkapi paraturan dasar PMII yang sudah ada sebelumnya).

Disamping itu, sidang pleno II PP PMII juga mengesahkan bentuk muts (topi), selempang PMII, adapun lambang PMII diserahkan kepada pengurus harian, yang akhirnya dipuruskan bahwa lambang PMII berbentuk perisai seperti yang ada sekarang (rincian secara lengkap dapat dilihat dalam lampiran peraturan rumah tangga PMII). Dalam sidang ini pula dikeluarkan pokok-pokok aturan mengenai penerimaan anggota baru) sekarang dikenal dengan MAPABA.

Pada tahap-tahap awal berdirinya PMII banyak dibantu warga NU terutama PP LP. Ma’arif NU. Sejak musyawarah mahssiswa nahdliyin di surabaya sampai memberikan pengertian kepada Pesantren-pesantren (perlu diketahui, pada awal berdirinya, di Pondok-pondok Pesantren dapat dibentuk PMII dengan anggota para santri yang telah lulus madrasah Aliyah dan seang mengkaji kitab yang tingkatannya sesuai dengan pelajaran yang diberikan di perguruan tinggi agama). Dengan adanya kebijakan seperti ini ternyata dapat mempercepat proses pengembangan PMII).


Reaksi Terhadap Kelahiran PMII
Seperti telah disebutkan diatas, bahwa PMII lahir atas inisiatif murni dari mahasiswa-mahasiswa nahdliyin yang tergabung dalam Departemen Perguruan Tinggi IPNU, dengan melalui proses yang cukup panjang, sampai pada pelaksanaan Konbes I IPNU di Kaliurang Yogjakarta yang memutuskan akan adanya organisasi mahasiswa Nahdliyin yang terpisah secara struktural dengan IPNU, kemudian ditunujuklah 13 orang dari peserta Konbes untuk menjadi panitia sponsor yang bertanggung jawab untuk menyelenggarakan musyawarah Mahasiswa nahdliyin seluruh Indonesia. Maka pada tanggal 14-16 April 1960 di Sekolah Mu’alimat  NU Wonokromo Surabaya diselenggarakan musyawarah mahasiswa nahdliyin se Indonesia. Hadir dalam musyawarah itu perwakilan mahasiswa nahdliyin dari Jakarta, Bandung, Yogjakartam Semarang, Surabaya, Malang, Makasar, dan Surakarta. Serta perwakilan dari Senat-senat mahasiswa Perguruan tinggi NU.

Kendatipun kelahiran PMII itu murni atas inisiatif mahasiswa-mahasiswa nahdliyin, ternyata di kemudian hari masih saja menimbulkan masalah, setidak-tidaknya bagi organisasi mahasiswa yang sudah ada, seperti HMI sempat mengalami kegoncangan internal, sebab para anggotanya yang berasal dari mahasiswa nahdliyin akan keluar dari HMI, kemudian bergabung menjadi anggota PMII. Kegoncangan dalam tubuh HMI itu dapat dilihat pada level pengurus tingkat pusat, diantaranya Ketua Umum PP PMII Mahbub Junaidi, Fahrurrazi dan Darto Wahab di pecat dari keanggotaan HMI. Masalahnya adalah bahwa HMI menganggap organisasinya itu sudah menampung seluruh paham keagamaan, kemudian muncul PMII, maka tidak heran kalau HMI menganggap kelahiran PMII itu sebagai sparatis. Walaupun menurut Tolchah Mansoer “Mengapa PMII itu lahir?” karena HMI yang mengklaim dirinya sebagai satu-satunya organisai mahasiswa Islam sudah tidak lagi mampu berdiri diatas semua golongan.

Misalnya di Yogjakarta kegoncangan itu terjadi bersamaan dengan disidangkannya Syaiful Mujab oleh Pengurus HMI Cabang Yogjakarta, yang kemudia ia dipecat dari keanggotaan HMI.) demikian juga tuduhan-tuduhan “Pemecah belah mahasiswa Islam” selalu dialamatkan kepada Tolchah Mansoer dan Ismail Makky, dua orang mantan pengurus HMI cabang Yogjakarta).

Walaupun perlakuan HMI seperti itu, tidak membuat PMII, khususnya Mahbub Junaidi sebagai Ketua Umum PP.PMII harus membalas dendamnya pada saat HMI nyaris dibubarkan pemerintah menjelang meletusnya G.30S/PKI, malah justru sebaliknya Mahbub membela HMI dari kepunahannya.

Mengingat PMII dalam posisi disudutkan terus-menerus dengan tuduhan pemecah belah persatuan mahasiswa Islam dan pemecatan yang dikenakan kepadanya, Mahbub memprakarsai adanya pertemuan antara PMII dan HMI, yaitu upaya cease fire. Pertemuan itu diadakan satu bulan setelah pengangkatan Mahbub sebagai Ketua Umum PP.PMII. Dengan pertemuan itu diharapkan tidak perlu lagi ada ribut-ribut dan main pecat, sebab PMII bagaimanapun sudah lahir dan tidak mungkin dicegah lagi, apalgi yang mencegah itu hanya HMI. Oleh karena itu kahadiran PMII harus diterima sebagaimana adanya. PMII ya PMII, HMI ya HMI, dua organisasi kemahasiswaan ini hendaknya berdamai  seperti halnya HMI bisa sejalan dengan organisasi-organisasi yang lainnya.

Reaksi lainnya timbul dari kalangan para Kiai atau mereka yang berpandangan pada tradisi keagamaan di dalam NU. Pandanga itu adalah bahwa antara putra dan putri harus dipisahkan, tidak boleh satu wadah, seperti IPNU dan IPPNU. Sedangkan oranisasi PMII justru menyatukan antara putra dan putri.

Reaksi itu semakin keras ketika acara resepsi pada Kongres II PMII di Yogjakarta tahun 1963, dalam acara resepsi itu ditampilkan hiburan group musik dengan para penyanyi perempuan. Peristiwa itu telah membuat tidak senang para Kiai dan hadirin yang berpandangan tradisional. Akibatnya PMII mendapat teguran dari PB.NU. Akan tetapi berkat ketulusan dan argumentasi yang baik dari PMII, akhirnya bisa meyakinkan semua pihak, terutama para Kiai, bahkan Subchan ZE yang menandatangani surat teguran PB.NU itu sangat mengerti dan memahami apa yang dikehendaki PMII. Kenyataan itu terus berlanjut sampai sekarang).

Kurang lebih satu tahun sejak berdirinya PMII di Surabaya sampai dengan kongres I PMII di Tawangmangu Surakarta Jawa Tengah, PMII masih mempunyai 13 cabang, yaitu:

1. Cabang Yogjakarta
2. Cabang Surakarta
3. Cabang Semarang 
4. Cabang Bandung
5. Cabang Jakarta
6. Cabang Ciputat
7. Cabang Malang
8. Cabang Makasar / Ujungpandang
9. Cabang Surabaya
10. Cabang Banjarmasin
11. Cabang Padang
12. Cabang Banda Aceh
13. Cabang Cirebon

Satu tahun sejak lahir (1960-1961), Mahbub Junaidi ditunjuk sebagai ketua umum, selama satu tahun itu, Mahbub dkk mempersiapkan konsepsi, konsolidasi, memperkenalkan sosok organisasi yang baru dibentuk ini, baik ke dalam maupun keluar dan mempersiapkan pelaksanaan Kongres pertama.

Kongres I PMII berlangsung pada bulan Desember 1961 di Tawangmangu Surakarta Jawa Tengah dan memilih kembali sahabat Mahbub Junaidi sebagai Ketua Umum PP PMII untuk periode 1961-1963, dengan susunan pengurus PP PMII sebagai berikut:

SUSUNAN PP PMII PERIODE 1961-1963
Ketua Umum: Mahbub Junaidi
Ketua I: A. Chalid Mawardi
Ketua II: M. Zamroni BA
Sekretaris Umum: M. Said Budairi
Sekretaris I: Chatibul Umam
Keuangan I: Arif Amnan

Departemen-Departemen:
Dep. Pendidikan/Pengajaran: Imam Mawardi Zaini BA
Dep. Penerangan/Publikasi: Harus Al-Rasyid
Dep. Kesenian/Kebudayaan: M. Darto Wahab
Dep. Olah Raga: Abdurrahman R
Dep. Kesejahteraan Mahasiswa: Abd. Majid Thayyib
Dep. Keputrian: Enny Suhaeni
Dep. Luar Negeri: M. Ramlan Ahmad Arif
Pembantu Umum: Fahrurrazy AH, TB. Abbas Saleh Ma’mun

Dalam usia yang relatif masih muda, PP PMII disamping secara intensif melakukan konsolidasi kedalam untuk pembenahan dan pengembangan organisasi, juga secara aktif terlibat dalam dunia kemehasiswaan dan kepemudaan:

1. Bersama-sama dengan organisasi pemuda dan mahasiswa Islam lainnya turut aktif dalam wadah  PORPISI (persatuan organisasi pemuda Islam indonesia). Dalam wadah yang bersifat konfederatif ini PP PMII diwakili oleh Sekjen yaitu Sahabat Said Budairi.

2. Sejalan dengan iklim politik yang berkembang saat itu, bahwa segenap organisasi massa dan organisasi politik harus bergabung dalam wadah Front Nasional. PB Front nasional dengan suratnya tertanggal 22 Maret 1962 Nomor :  046/0/pbfn/III/62 menyatakan menerima PB PMII bergabung dengan Front Nasional.

3. Demikian juga dalam organisasi PPMI (Perhimpunan Pergerakan Mahasiswa Indonesia) suatu organisasi konfederasi organisasi mahasiswa ekstra universitas, PMII masuk dalam jajaran persedium.

4. PMII bersama-sama dengan lima organisasi mahasiswa lainnya menanggapi pengumuman Presiden Sukarrnoe tentang akan dibentuknya departemen perguruan tinggi dan ilmu pengetahuan pada tanggal 3 Maret 1961. PMII mengirimkan pokok-pokok pikiran tentang syarat-syarat yang harus dipunyai oleh seorang menteri dimaksud. Usulan tersebut diterima oleh Presiden Soekarnoe dengan baik. Terbukti dengan terpilihnya Mr. Iwa Kusumasumantri, yang sebelumnya menjabat sebagai Rektor Universitas Pajajaran Bandung.

5. Awal April 1961 Menteri P dan K (sekarang Depdikbud) yakni Priyono dan komisi J DPR GR  melalui kantor berita Antara mengumumkan rencana peraturan pemerintah mengenai larangan bagi Fak. Ekonomi dan Fak. Sosial Politik melakukan afiliasi dibidang ilmu pengetaguan kecuali dengan perguruan tinggi dari negara sosialis. Menanggapi rencana ini PMII mengeluarkan pernyataan “Menolak Rencana Pemerintah Tersebut”, karena menurut anggapan PMII, rencana tersebut akan mempengaruhi politik luar negeri Indonesia yang bebas dan atkif. Kenyataannya pemerintah membatalkan rencana tersebut.

6. Kongres PMII yang ke II di Kaliurang Yogjakarta pada tanggal 25-29 Desember 1963 yang dihadiri 31 Cabang PMII, 18 buah cabang diantaranya merupakan cabang baru, antara lain:

1. Cabang Menado
2. Cabang Tulungangung
3. Cabang Serang
4. Cabang Jambi
5. Cabang Ambon
6. Cabang Jember
7. Cabang Purwokerto
8. Cabang Palembang
9. Cabang Medan
10. Cabang Martapura
11. Cabang Sibolga
12. Cabang Kudus
13. Cabang Bogor
14. Cabang Pematang siantar
15. Cabang Curup (Bengkulu)
16. Cabang Tasikmalaya
17. Cabang Kediri
18. Cabang Amuntai

Dalam Kongres II ini PMII mengeluarkan pokok-pokok pikiran antara lain:

1. PenegasanYogjakarta, sebuah tekad PMII untuk selalu berpihak kepada amanat penderitaan rakyat. Dll.

2. Tentang perlunya penyelenggaraan Konprensi Islam Asia Afrika, Tentang perlunya kerjasama Internasional, ukhuwah islamiyah, serta pernyataan bahwa PMII siap melaksanakan pernyataan itu tanpa reserve.

Dalam Kongres II ini Sahabat Mahbub Junaidi terpilih kembali sebagai Ketua Umum didampingi sahabat Harun Al-Rasyid sebagai sekjen yang baru.

SUSUNAN PENGURUS PUSAT PMII
( Periode 1963 - 1967 )
Ketua Umum: H. Mahbub Junaidi
Ketua Satu: H. Chalid Mawardi
Ketua Dua: H. Zamroni BA
Sekretaris Umum: H. Harun Al-Rasyid
Sekretaris Satu: H. Chatibul Umam BA
Sekretaris Dua: Azwar Tias
Bendahara Satu: Arif Amnan, BA
Bendahara Dua: RT.Naksabandiyah Hatar

Departemen-departemen:
Pendidikan dan Pengajatan: Abd. Rahman Saleh BA
Penerangan dan Publikasi: Abd. Hamid Jalil BA
Kesejahteraan Mahasiswa: Abd. Majid Toyib
Kesenian,Kebudayaan & Olah Raga: RS. Munara
Keputrian: Eny Suchaeni, Bsc
Luar Negeri: HM. Said Budairy
Pembantu Umum: Drs. H. Isma’il Makky, Drs. H. Fachrurrazi AH



Dibidang kesejahteraan anggota PP PMII membentuk yayasan Jakmindo-sebuah yayasan kesejahteraan mahasiswa Indonesia-bergerak dibidang sosial yang dipimpin oleh sahabat Abd. Majid Toyib dengan beberapa aktivitas antara lain:

1. Mendirikan asrama-asrama mahasiswa
2. Membentuk club-club olah raga
3. Menerbitkan buku-buku, Majalah dan Brosur-brosur
4. Memberikan bea siswa dan lain-lain

Kegiatan-kegiatan PMII dibidang kepemudaan dan kemahasiswaan yang berskala Internasional, antara lain:

1. HM. Said Budairi Selaku sekretaris Umum PMII, pada bulan September 1960 mewakili PMII dalam konprensi pembentukan panitia Internasional Furum Pemuda sedunia di Moskow (constitutuent meeting for the youth forum). Sepulangnya dari Moskow, singgah di Mesirdalam rangka konsolidasi dengan mahasiswa NU yang tergabung dalam KMNU (keluarga mahasiswa NU) yang merupakan cabang istimewa PMII di luar negeri.

2. Pada bulan Juni 1961, ketua satu PP PMII diwakili oleh sahabat Chalid Mawardi berangkat ke Moskow untuk menghadiri forum Pemuda sedunia.

3. Sebagai anggota WAY - Indonesia (word assembly of youth - organisasi pemuda sedunia) PMII mengirin ketua cabang PMII Yogjakarta sahabat Munsif Nahrowi dalam kegiatan seminar pemuda sedunia di Kuala Lumpur Malaysia pada bulan September 1962.

4. Pada bulan Oktober 1962 sekretaris Umum PMII sahabat Harun Al-Rasyid berangkat ke Helsingky Finlandia, mewakili pemuda Indonesia dalam rangka menghadiri festival pemuda Internasional.

Hal ini membuktikan bahwa PMII bukan organisasi “sempalan” dari organisasi mahasiswa yang lebih dulu ada, tetapi merupakan proses lanjut dari mahasiswa-mahasiswa nahdliyin yang tergabung dalam (departemen PT) IPNU sebagai embrio terbentuknya suatu organisasi mahasiswa secara formal. Dalam perkembangannya PMII banyak dibantu oleh partai NU - dan itu merupakan hal yang wajar - sebab kerjasama antar organisasi mutlak perlu, apalagi salah satu tujuan PMII adalah mengembangkan nilai-nilai pemahaman Islam Ahlussunnah Waljama’ah. Kalau pada akhirnya PMII menyatakan diri sebagai organisasi “independen” hal ini bukan berarti “habis manis sepah dibuang” - seperti yang sering dituduhkan sementara orang - tetapi harus diartikan sebagai tindakan membuka wawasan agar lebih terbuka kemungkinan mencari alternatif dan pematangan diri dalam proses pendewasaannya.

 Tulungagung, 25 Februari 2019 pukul 03.05 Wib.

ironi zaman wolak waliking jaman

ironi zaman wolak waliking jaman

oleh Sahabat Fikri Imanullah


berbagai pertanda menunjukkan bahwa periode wolak-waliking jaman sudah ada di depan mata. tanda-tanda telah dimulainya ironi zaman atau yang populer disebut jaman edan setidaknya dapat dicermati melalui sembilan indikator :
pertama presiden kaya dianggap wajar dengan alasan seorang lurah atau kepala desa pun kaya. maka sangat aneh jika presiden tidak kaya raya. di sini apabila presiden tidak kaya hal itu terasa sangat aneh
sebab seorang lurah atau kepala desa dengan wilayah sempit memiliki kekayaan yang tidak sedikit di negeri indonesia ini
logika yang berkembang sejak zaman orba orde baru ini sepintas tampak bener
 logika bahwa presiden wajib atau wajar kaya karena dibandingkan dengan lurah sangat masuk akal dalam tataran wadag
pada logika tataran fisik atau ora gawe yang tampak iyalah sesuatu secara fisik
 maka wajar jika presiden harus kaya dengan alasan lurah atau kepala desa yang merupakan raja kecil di pedesaan kebanyakan memiliki harta berlimpah.
berpijak dari kenyataan bahwa lurah atau perangkat desa seumur hidup bisa kaya raya anak-anaknya bisa terjamin masa depan ekonominya serta bisa hengkang dari desa kelahirannya setelah pensiun agar masa lalu buruknya tidak terungkap
maka sangat wajar apabila seorang presiden itu kaya raya bahkan sangat luar biasa.
kepala pemerintahan mulai dari yang tertinggi hingga paling rendah tidak boleh diberi kewenangan absolute karena bisa melakukan penyelewengan atas kekuasaan yang di genggam nya
kepala pemerintahan akan cenderung memimpin secara adil jika ia selalu dikontrol oleh rakyatnya sebaliknya kepala pemerintahan dapat menjadi penguasa yang sewenang-wenang saat kontrol rakyat atau masyarakat tidak ada
 jika yang mengontrol berupa lembaga lain terkadang kepala pemerintahan tidak begitu menghiraukan nya
 sebab ia berpandangan lembaga lain tidak lebih baik dari rakyat yang dipimpinnya
 rakyat harus selalu melakukan kontrol kepada kepala pemerintahan baik lurah maupun berangkat desa bukan malah bersikap yang membuatnya semakin tergoda rakus dan harus memanfaatkan jabatannya untuk memperkaya diri ,kerabat dan kroni nya
rakyat tidak boleh bersikap apatis dan tidak perduli terhadap perilaku para pejabat baik kepala desa maupun berangkat desa sebaliknya rakyat harus senantiasa optimis dengan berpikir dan bertindak positif untuk mengontrol kekuasaan

kedua korupsi dianggap budaya sehingga jika ada pejabat atau orang-orang yang terkait dengan lingkaran kekuasaan melakukan korupsi hal itu dianggap biasa

pemikiran bahwa korupsi dapat membuka ya sungguh sangat tidak rasional di mana letak kehebatan keunggulan dan keindahan korupsi sehingga dianggap sebagai budaya

hal ini merupakan sebuah ke salah kaprahan dalam pemakaian istilah apabila korupsi sudah dianggap budaya maka negara yang orang-orangnya terbiasa melakukan korupsi tinggal menunggu masa kehancuran nya

di masa depan harus diciptakan budaya baru berupa menjauhkan diri dari korupsi tidak men dewa kan koruptor serta jangan sampai mengganggap hidup
pelakunya koruptor yang tertangkap wajib dihukum dengan cara di miskin kan dinista kan bahkan dihukum mati kalaupun tidak divonis mati pelaku harus dipenjara seumur hidup tanpa diberikan keringanan hukuman sampai akhir hayatnya
hukuman paling berat yang ditujukan kepada koruptor bukan sekadar untuk membuatnya jera tetapi juga sebagai tonggak sejarah bagi sebuah bangsa bahwa korupsi adalah perbuatan nista dan berakibat sangat buruk terhadap masyarakat
dengan adanya hukuman paling berat dalam sejarah suatu bangsa maka keluarga koruptor dan seluruh warga negara dapat benar-benar menjadikan korupsi sebagai perbuatan haram berdosa kepada tuhan serta merugikan manusia sehingga harus dihindari seluruh keturunan koruptor serta masyarakat pada umumnya akan tertanam di dalam hati dan pikirannya untuk tidak melakukan korupsi di masa yang akan datang

dengan demikian tanpa perlu di gembar-gembor kan di setiap kesempatan langkah-langkah penegakan hukum bagi koruptor akan mampu menjauhkan negara dari polusi dan efek negatif perbuatan korupsi

ketiga menyuap atau nyogok kepada pihak-pihak tertentu agar bisa diangkat menjadi pegawai negeri sipil karyawan polisi tentara atau profesi lain dianggap sesuatu yang lumrah
suap bisa mendorong manusia untuk melakukan korupsi bagi masyarakat yang telah sakit atau terjun kiri balik nalar nya
suap dianggap sebagai perbuatan biasa karena sudah lazim dilakukan oknum tertentu akibatnya suap dipahami sebagai hal biasa yang boleh boleh saja dilakukan serta tidak dianggap perbuatan menyimpang
suap dianggap perbuatan yang boleh dilakukan oleh siapapun asalkan memiliki uang
penyuapan merupakan tindakan curang terhadap orang lain sebagai contoh orang yang sebenarnya berhak menjadi pns karyawan atau pegawai di sebuah instansi dapat digusur oleh orang lain yang memberikan suap
 pada sebenarnya orang yang melakukan pemyuapan tersebut dinyatakan gagal dalam seleksi sehingga tidak kompeten untuk menduduki jabatan tertentu
sehingga penyuapan tersebut telah meninggalkan orang yang sebenarnya berhak menduduki sebuah jabatan digantikan oleh seorang pegawai yang tidak redi beli dan tidak memenuhi kualifikasi sesuai keahlian yang dibutuhkan negara
sehingga negara hanya diisi oleh pegawai yang tidak profesional sebagai dampak dari pegawai negara yang tidak profesional rakyat atau masyarakat umum mengalami kerugian akibat tidak mendapatkan pelayanan sebagaimana semestinya
dengan alasan apapun menyuap untuk mendapatkan pekerjaan dalam perbuatan tidak terpuji dasar moral sangat tercela
para pelaku baik memberi dan penerima suap jika tertangkap basah harus dijatuhi hukuman seberat beratnya sebab tindakan kedua pihak ini sangat merugikan masyarakat luas
 hukuman mereka perlu diberi berat bahkan secara dengan koruptor apabila hukuman seperti itu di terapkan dan mereka diharapkan jadian serupa tidak akan terjadi lagi

keempat menyuap setiap tahunnya  kepada pihak-pihak tertentu untuk melicinkan sebuah proyek merupakan kewajaran
menyuap kepada pihak tertentu demi mendapatkan proyek atau tender dari pemerintah merupakan bentuk kecurangan yang dianggap wajar
 kenyataan yang seharusnya tidak terjadi ini malah dianggap lah dimulai masyarakat akibat ulah beberapa kalender orang misalnya pengusaha kontraktor dan sebagainya sehingga timbul berbagai persoalan di kemudian hari berkaitan dengan proyek-proyek pemerintah
 permainan proyek antara oknum pejabat dengan kontraktor atau pengusaha bukan lagi menjadi rahasia masyarakat luas
sudah tahu kan hal itu hanya saja mereka tidak bisa berbuat apa-apa selain membiar kan atau menjadikannya bahan obrolan ketika berada di pos ronda warung-warung dan tempat umum lainnya
praktek kerja sama saling menguntungkan antara beberapa individu yang merugikan keuangan negara dan kepentingan masyarakat luas ini terjadi di bawah meja di balik layar atau di lorong lorong gelap pihak berwajib tidak mudah mendeteksi dan menangkap tangan kerjasama antar pejabat instansi yang sering disebut kejahatan gerak putih ini pada efek dari permainan ini sangat merugikan negara dan masyarakat


kelima pejabat yang seharusnya bekerja sebagai pelayan masyarakat malah meminta untuk dilayani
pejabat ber mental dan bermula rendang semacam itu sudah merusak tatanan ideal yang mendung diri balik kan kenyataan
dari yang seharusnya memberikan pelayanan malam minta untuk dilayani pejabat yang bertugas memberikan kemudahan kepada masyarakat di dalam mulut surat sebening malah mempersulit mereka untuk mendapatkan satu atau beberapa lembar surat yang sangat dibutuhkan
 apabila mental birokrat selama menjabat seperti sosok minggat maka akan semakin mengisahkan rakyat birokrat bermain tali buruk hanya terus akan menjadikan rakyat sebagai budak nya

keenam anggota dewan memotong dana bantuan untuk kepentingan pribadi padahal seharusnya iya menjaga agar bantuan itu sampai di masyarakat secara utuh
anggota dewan perwakilan rakyat merupakan manusia terhormat karena berwenang sekaligus berkewajiban memperjuangkan kepentingan rakyat merdeka mewakili rakyat untuk memperjuangkan hak-hak nya yang terkadang diabaikan penguasa di pundak merekalah nasib rakyat digantungkan
kenyataan ini sudah banyak diketahui oleh masyarakat hanya saja sebagian masyarakat bersikap tidak perduli sehingga seterusnya kan tetap dibodohi oleh oknum anggota dewan
sebagai contoh masyarakat sebuah wilayah mendapatkan bantuan dari pemerintah lewat perjuangan anggota dewan tersebut namun ternyata upaya yang dilakukan anggota dewan tersebut tidak gratis anggota dewan memotong brandon dengan alasan dialokasikan untuk dana partai apa administrasi
 kemudian masyarakat tersebut pada saat minimum diwajibkan memilih kembali anggota dewan tersebut
jadi anggota dewan berikan bantuan dengan motif ganda yakni mendapatkan suara pada saat pemilu serta mengambil hak rakyat dalam wujud memotong bantuan
ironisnya masyarakat atau rakyat di walah tersebut tidak  mempermasalahkan nya dan tetap menjalani hari-hari biasa secara damai
keadaan yang berlangsung ini tidak lepas dari ketidaktahuan masyarakat mengenai tugas dan fungsi anggota dewan pada jika masyarakat cerdas tentu saja mereka tidak akan dikurangi atau ditipu oleh anggota dewan
 lebih parah lagi rakyat yang ditipu masih harus menghormati oknum anggota dewan bahkan memilihnya kembali pada saat pemilu periode berikutnya sungguh ke sialan yang bertubi-tubi dan akan terus berlanjut kecuali terjadi revolusi cara berpikir masyarakat


ke tujuh calon anggota legislatif dianggap wajar membeli suara agar dirinya terpilih menduduki kursi dewan perwakilan rakyat
caleg yang hanya berorientasi pada kedudukan tidak peduli sebesar apapun biaya yang harus dikeluarkan baginya yang terpenting adalah meraih kemenangan bahkan apabila ia menanggung semua utang sekalipun hal itu tidak menjadi masalah sebab ia berpikir pada saat menjadi anggota dewan nanti bisa mencari pilihan alias uang untuk menggali mengembalikan modal
 bukan hal mengejutkan jika para caleg yang berani melakukan mani politik akan melakukan apa saja untuk mengembalikan modal setelah menjadi anggota dewan
 dengan demikian belajar dari itu orientasi pelaku politik uang adalah mencari laba jalan pintas sekaligus tidak pantas dilakukan oknum anggota dewan itu untuk mengejar balik modal antara lain dengan melibatkan diri pada proyek-proyek pemerintah atau melakukan permainan lain demi mendapatkan dana besar
apabila anggota dewan mampu meraup uang dalam jumlah besar jauh melebihi gajinya maka patut dicurigai bawa dia telah melakukan penyelewengan anggaran bersama oknum dari instansi pemerintah dengarkan buruk ini dipicu akibat pengeluaran uang yang besar pada saat kampanye bila masyarakat tidak terjadi menghendaki peristiwa seperti yang digambarkan tersebut mereka harus berani menolak secara tegas pemberian uang dari jarak saat kampanye



kedelapan calon pemimpin dianggap wajar mengeluarkan biaya besar untuk membeli suara rakyat demi kemenangan nya dengan alasan jer basuki mawa bea
kasus ini sama dengan adanya caleg yang membeli suara rakyat dengan tujuan untuk mendapatkan kedudukan sebagai anggota dewan
namun pada tataran pilkades atau pemilihan lurah kepala desa money politik boleh dibilang empires selalu terjadi di lapangan banyak ditemukan praktek pembelian suara dalam gelaran pilkades di sebuah desa masyarakat bisa memahami
 ketika ada jalan kepala desa berani mengeluarkan uang dalam jumlah besar demi kemenangan nya ya secara nekat menjual apa saja yang dimiliki agar bisa mencalonkan diri dan memenangkan pertarungan pilkades ketika sudah memasuki arena pertarungan memperebutkan kursi kepala desa atau lurah terkadang ia bisa lupa daratan
 prinsip jer basuki mawa beya yang berarti jika ingin sukses harus berani berkorban di salah artikan antara lain dengan meminta petunjuk dari paranormal atau dukun hingga melakukan pembelian suara atau money politik

karena faktor uang terkadang sebuah desa dipimpin oleh pemenang pilkada satu pilkada yang sebenarnya secara potensi kecerdasan dan kecakapan tidak memenuhi standar namun karena dalam demokrasi pemenangnya ditentukan suara terbanyak maka mau tidak mau rakyat tersebut harus menerimanya mereka harus rela dipimpin oleh orang yang tidak berkompeten, bodoh, kapabilitas rendah serta tidak mampu melakukan tugas-tugas secara maksimal demi kemaslahatan bersama


kesembilan pejabat harus tampil mewah untuk menunjukkan citra bahwa rakyat yang dipimpinnya sejahtera
pejabat digambarkan sebagai sosok kayak raya banyak uang serta pergi ke mana saja menggunakan mobil mewah dengan pengawalan khusus
 pejabat selalu berpakaian mengkilap tak tersentuh rakyat jelata serta solid ditemui siapapun apabila sebelumnya belum membuat janji meskipun sebenarnya setiap hari yang selalu berada di kantor
berdasarkan gambaran tersebut seorang memilih jabatan yang tidak sesuai dengan gambaran diatas dianggap bukan pejabat
stickma masyarakat tentang pejabat antara lain harus tampak keren parlente modis bersih
 berbagai jenis sepatu serta berbagai elemen yang menunjukkan kewibawaan dari segi penampilan
 gambaran tersebut membuat terlanjur tertanam pola pikir  pejabat baru selalu tampil sempurna disertai hal-hal pendukung lainnya semisal mobil mewah penampilan diutamakan sedangkan hasil kerja dianggap tidak terlalu penting bagi pejabat seperti itu
 yang terpenting dan paling utama yang menampilkan diri secara mewah agar menunjukkan bahwa rakyatnya sejahtera sungguh
 sebuah ironi ketika kenyataannya semestinya tidak boleh terjadi ternyata selama ini justru dipelihara kenyataan yang sebenarnya lebih banyak merupakan kepentingan umum justru dianggap biasa oleh masyarakat untuk mengatasi hal itu pengetahuan tentang tata gelora pemerintahan lukas pemerintah kewajiban pejabat serta berbagai pernak-pernik menyangkut pengelolaan negara perlu baru akan kepada masyarakat adapun bagi masarakat maka juga harus banyak belajar tentang berbagai hal agar mampu menempatkan segala sesuatu secara proporsional



begitulah indikator ironis zaman yang telah berlaku sejak berpuluh puluh tahun silam tersebut
ironi zaman edan
saatnya pemuda bangkit
saatnya masyarakat jeda
saatnya semua warga kritis agar jaman edan sudah tidak terjadi lagi
mari bergabung mari bersama mari satukan indonesia

Bumi Wajak TULUNGAGUNG
12 ramadhan

Minggu, 10 September 2017

GokiL !! Beberapa Tempat Wisata di TULUNGAGUNG yang Keren abis ini Baru Tempat Wisata





Tempat wisat tulungagung Power By: Instagram



Tulungagung merupakan kota kecil yang mempunyai berbagai tempat wisata yang tak kalah menarik dari kota-kota lainnya. Tulungagung Adalah Kota yang terletak 154 km barat daya dari ibu kota jawa timur yaitu surabaya. Tulungagung masuk dalam wilayah provinsi jawa timur dengan keistimewaan menjadi kota perajin/penghasil marmer terbesar di indonesia

Kabupaten Tulungagung dulunya juga mempunyai keistimewaan yang sangat di banggakan oleh masyarakat yaitu pabrik rokok Reco pentung yang menjadi salah satu pabrik rokok kretek terbesar di jawa timur. Selain itu Tulungagung mempunyai segudang tempaat wisata yang menarik dan gak akan rugi kalau anda berkunjung di salah satu tempat wisatanya.

Tulungagung terdiri dari wilayang daratan sampai dengan pegunungan. Di bagian selatan kota Tulungagung dikelilingi oleh pantai yang mempunya keindahan dan estetika alam yang keren abis . Langsung saja deh bawa keluarga teman atau pacar anda untuk mengunjungi berbagai tempat wisata yang menarik di kota tulungagung. untuk yang belum punya pasangan anda bisa pinjam dulu punya teman kalian . Kiding

Berikut Beberapa Tempat Wisata Paling Keren Di kota TULUNGAGUNG yang Wajib Anda kunjungin :

Rangkuman Wisata : Uraian Indonesia

ALUN ALUN KOTA TULUNGAGUNG by : yusron_ihsan

Alun-alun kota tulungagung berlokasi dipusaran kota tulungagung yaitu di Jl. R. A. Kartini. kota Tulungagung menjadi tempat yang paling ramai di kunjungi untuk berlibur atau menghilangkan kejenuan, Tempat ini menjadi icon kota tulungagung. Alun-alun Tulungagung berluas 1km persegi berbentuk radial. Tempat yang paling ramai dikunjungi warga masyarakat tulungagung ini mempunya mercusur atau tugu tinggi yang diatasnya terdapat patung garuda yang menjadi lambang negara indonesia. Taman yang hijau dan dilengkapi dengan area bermain Untuk anak-anak terdapat juga Pendopo agung yang menjadi icon dari alun-alun kota ini . disebelah barat alun-alun terdapat masjid AL-MUNAWAR yang menambai kelengkapan isi kota Tulungagung yang bersih dan bersinar tersebut .

GUNUNG BUDHEG by : ucup puncak gunung budheg

Gunung Budheg atau bukit ini mempunya nama lain yang juga terkenal dikota tulungagung yaitu Gungung Cikrak Gunung Budheg mempunyai ketinggian mencapai 585 mdpl yang terletak di selatan kota tulungagung tepatnya di Desa BOYOLANGU Kecamatan BOYOLANGU kabupaten TULUNGAGUNG. untuk mencapai lokasi puncak gunung budheg anda harus melewati tanjakan dan menelusuri pinggiran tebing yang cukup menjadikan ciut nyali. tapi sesampainya diatas puncak anda akan di suguhkan berbagai keindahan yang pasti gak kalah keren dari berbagai puncak bukit dikota lainya. Anda akan melihat hamparan kota Tulungagung dari atas puncak apalagi kalau anda berada disaat malam hari pasti akan tambah keren.

PANTAI POPOH by : Arifkaefendi

Pantai Popoh merupan icon wisata pantai di Kota TULUNGAGUNG yang paling ramai dikunjungi wisatawan baik wisatawan lokal atau luar daerah . Pantai Popoh berada diwilayah desa besuki kecamatan besuki kabupaten Tulungagung untuk menuju pantai ini sedikit jauh dari kota karna tepatnya berada diujung selatan kota Tulungagung .untuk menuju lokasi tersebut anda bisa lewat arah desa campurdarat terus menuju kearah keselatan sampailah tugu yang bertuliskan LOKASI WISATA PANTAI POPOH anda tinggal mengikuti jalan dan sampailah anda di pantai popoh . pantai ini terdapat tempat yang indah dan istimewa yaitu salah satunya Trowongan air yang dibangun dari zaman belanda biasa disebut (Trowongan niama) ada juga laut BEBAS yang dimana anda akan disuguhkan ombak besar dan keluasan laut seluas mata memandang. ditambah dengan prahu-prahu nelayan hilir mudik berganti sibuk menjaring ikan menampah keindahan panorama pantai POPOH .

PANTAI SINE by : Deka_strom pantai sine

Pantai SINE Tulungagung pantai yang terletak 35km di selatan kota tulungagung tepatnya di Desa Kalibatur kecamatan kalidawir pantai yang memiliki ombak yang cukup besar dan laut bebas yang membentang menjadikan wisata yang juga populer di kota Tulungagung, pantai alam yang berbentuk pesisir ini mempunya estetika alam yang berdampingan dengan kebudayaan daerah atau adat istiadat masyarakat sekitar pantai . di tempat wisata ini ada keunikan yaitu selalu mengadakan kesenian wayang di setiap saat tanggal 1 suro dan juga mengadakan larung sesaji yang menunjukkan berdampinganya estetika alam dan kebudayaan daerah tersebut. ditambah juga pantai yang memiliki kejernian air yang bersih membuat mahnet tersendiri untuk menarik wisatawan-wisatawan berkunjung di pantai SINE Tulungagung

PANTAI CORO pantai coro

Pantai CORO Tulungagung pantai yang jelasnya tidak ada coronya! jadi anda tak perlu takut dan jijik untuk mendatangi tempat wisata tersebut, Pantai coro berada di selatan kota Tulungagung pantai ini berdekatan dengan Pantai Popoh yang sebelumnya suda admin bahas di atas. pantai yag memiliki pasir berwarna putih ini memiliki kenyamanan dan kesunyiaan saat berada disana karna tempatnya yang jauh dari keramaian warga dan pastinya masih belum begitu terjamah oleh wisatawan dijamin anda akan menikmati weekend keren anda jika berkunjung di tempat ini .ombak yang besar dan angin pantai yang bergilir sepoi-sepoi enjoy deh. di karnakan tempatnya yang asyik dan keren untuk ber selfi ria maka anda harus membayarnya dengn berjalan kaki selama kurang lebih 20 menit dari tempat kendaraan anda parkir, karna akses jalan yang belum memadai maka anda harus menikmati jala kaki anda .

PANTAI LUMBUNG by : Nizarief

Pantai LUMBUNG patai yang baru tenar dikota Tulungagung pantai ini berada di Desa PUCANG LABAN Kecamatan Pucang laban kabupaten tulungagung. pantai yang lansung berhadapan dengan Samudra HINDIA menjadikan pesisir dipantai Lumbung ini menjadi lebih eksotis menarik pakek banget deh pastinya kalian gk nyesel kalau menghabiskan weekend anda di Pantai Lumbung . pantai ini memang belum dikelola menjadi tempat wisata namun tempatnya cukup rapi dan bersih tidak ada salahnya kan kalau kita berkunjung dan mengexplore tempat wisata pantai Lumbung.

PANTAI PATHOK GEBANG by : Leo pantai Patuk gebang

Hem pastinya kalian yang masyarakat Kota Tulungagung pernah mendengarkan tempat wisata pantai pathok gebang ? ya pantai yang fenomenal dengan ke indahan ombak yang menerjang batu karang ini menjadikan tempat ini begitu ramai didatangi oleh wisatawan lokal atau luar daerah tulungagung karang yang berlumut cantik air yang berwarna biru jernih menjadikan siang serasa sejuk dan mengesankan. Untuk menuju pantai pathok gebang anda harus melakukan senam kaki alias berjalan kaki sekitar 30 menit dan kalian harus melewati bebatuan yang akan menambah gairah adveture anda .Tempat Wisata ini masih berada disekitar selatan kota Tulungagung.

PANTAI SANGGAR By : R.Swandaru

Pesona Pantai Sanggar yang Luar biasa cantik nya .Dengan pantai berpasir putih Air yang berwarna biru jernih yang sangat menggoda kalian yang datang untuk segera berenang .pantai yang berapa di Desa JENGGLUNGHARJO Kecamatan Tanggunggunung kota kabupaten Tulungagung pantai ini sebenarnya juga bedekatan dengan pantai sine ,namun pantai ini sudah lebih awal dibuka untuk tempat wisata dan pastinya kalian bisa mengunjungi tempat ini di weekend kalian ayo gaes!

PANTAI NGALUR by : Bublebyu pantai Ngalur

Pantai ngalur pantai yang berdekatan dengan pantai sanggar jadi keadaan alamnya dan fenomenal keindahan exsotisnya masih sama gaes dengan air yang jernih tempat yang bersih dan berbagai batu karang yang membuat bertambahnya keasyikan jika kalian langsung nyelam disitu buat nasehat aja hati-hati jika anda berenang dikarnakan tempat ini jauh dari lokasi warga seumpama terjadi apa-apa maka kalian kesulitan untuk meminta tolong . untuk pantai ini cukup aman untuk melakukan mandi air tapi tetap dengan kewajaran jangan terlalu menengah .

PANTAI BRUMBUN by : Whiempy pantai Brumbun

Pantai yang masih berapa di kecamatan tanggunggunung tepatnya di Desa ngrejo ini menyugukkan pasir yang unik warnanya yang tidak seperti pasir-pasir yang ada di tempat pesisir lainnya di kota Tulungagung. halaman yang cukup luas dan bersih ini dapat dijadikan area bermain atau acara-acara wisata keluarga. ditempat ini sering dilakukan kegiatan-kegiatan aventure yang biasa dilakukan komunitas-komunitas motor trail dan lainya. akses jalan menuju tempat ini cukup mudah karna tempat ini sudah lama terbuka dan ramai di jamah oleh wisatawan-wisatawan.

PANTAI KEDUNG TUMPANG

by : Gandari

Keren ya sobat Tempatnya? iya tempat ini menjadi tempat yang menjadi trending topik sebagai tempat wisata yang paling ngetren,keren,dan patinya gokil dikota tulungagung dan sekitarnya.uniknya pantai ini tidak mempunyai pasir sama sekali. pantai yang pesisiranya berupa tebing ini menjadi ciri khas tersendiri karna tebing yang berlubang alami tersebut berisikan air yang jernih dari hembusan ombak yang sampai naik di permukaan. benar-benar super duper cantik anda yang datang kesini pasti gk nyesel dan rindu ingin kembali datang. Tulungagung emang tempat wisata yang paling gila kerennya.

GOA PASIR by : Ainultrust

Berbeda dengan area pantai yang jalannya sulit dijangkau atau diakses kendaraan harus parkir di kejahuan dari lokasi wisata. Tapi area yang satu ini area yang mulus aja jalannya . yap goa pasir berada di dusun Pasir-Desa junjung-kecamatan Sumbergempol 10 km dari pusat kota tulungagung. goa ini bukan goa yang dipenui oleh pasir namun goa ini memiliki relif-relif sejaran yang menggambarkan kehidupan pada zaman dahulu goa yang mengarah ke timur laut ini mempunyai mulut goa panjang 430cm dan lebar 190cm. goa pasir ini menjadi situs sejarah jadi ayo buat kalian yang ingin mengetahui goa pasir Tulungagung datangi gaes.



CANDI DADI by : Johanesjovi

Candi DADI berada dititik area penemua-penemuan tempat bersejarah banyak tempat peninggalan kerajaan besar majapahit lokasinya di dusun MOJO Desa Wajak Kidul – kecamatan Boyolangu . candi ini memiliki panjang 14 meter lebar 6,50 dan tinggi juga kurang lebih seperti itu, candi ini merupakan candi tunggal yang tidak memiliki kaki atau anak tangga. area budaya ini dijaga oleh pemerinta kabupaten Tulungagung dan sangat menarik untuk menjadi salah satu tujuan anda untuk mengisi liburan dikota Tulungagung.

WADUK WONOREJO by : Google

Waduk Wonorejo merupakan bendungan yang sangat terbentang luasnya. Tempat yang selalu Ramai dikunjungi Wisatawan ini menjadikan Waduk Wonorejo menjadi salah satu icon wisata kota Tulungagung, Waduk wonorejo berada di Desa Wonorejo – kec Pagerwojo kabupaten Tulungagung pengunjung setiap minggunya sampai 1500 wisatawan cukup ramai ya .banyak sarana yang ada ditempat ini ada hotel resto dan tempat untuk santai dengan teman,pasangan atau keluarga sekalipun .bendungan ini berkapasitas 122 juta meter kubik dan memiliki fungsi-fungsi sebagai pembangkit tenaga listrik, Penyuplai komsumsi air mineral dan irigrasi perairan untuk para petani. keindahan di kota tulungagung memang tidak ada habisnya gak kapok deh yuk berkunjung!

Tulungagung emang gokil gk bakan nyesel kalian kalau berkunjung kesana. Masih banyak lagi keindahan wisata yang berada di kota Tulungagung dan keaneka ragaman budaya dan kuliner yang ada di kota ini yuk simak dan jelajahi wisata di INDONESIA berbagai Tempat-tempat menarik yang keren gokil Pokoknya enggak bakalan nyesel kalau kalian Tau .

Senin, 29 Februari 2016

Mengenal Kopi Ijo dari Tulungagung yang Nikmat

Kesenian membatik rokok tulungagung





Mengenai asal-usul mengapa disebut kopi ijo mungkin karena kopi ini berwarna hitam kehijau-hijauan. Campuran sari rempah rempah yang masih hijau membuat warna kopi terkesan lebih hijau. Tetapi tidak menghilangkan war asli dari kopi sendiri. Menurut saya nama ini cocok karena kopi yang memiliki nama yang unik ini memang memiliki cita rasa yang unik beda dengan kopi-kopi lain yang pernah saya coba. Perlu diketahui bahwa api yang digunakan untuk menggodog kopi ini berasal dari Kayu bakar bukan gas atau kompor minyak tanah.
kopi ijo asal tulungagung

Mengenal Kopi Ijo dari Tulungagung yang Nikmat

Di kota asalnya sendiri yaitu Tulungagung kopi ijo sudah sangat merakyat ditelinga masyarakat , tapi sayang kota tetangga masih belum mengetahui minuman kopi khas tersebut, bahkan sewaktu teman saya memesan kopi ijo di kota tetangga pemilik warung malah terheran dan tertawa karena belum mengenal minuman kopi ijo. Mungkin dikiranya kopi ijo hanyalah candaan saja. Jika Anda berkunjung ke tulungagung sempatkan lah mampir ke kedai yang menyediakan minuman unik ini. Dijamin tidak akan nyesel
Mengenai Khasiat Kopi ijo untuk kesehatan masih belum diketahui ,dan perbedaan kandungan kafein ataupun zat lain antara kopi ijo dan kopi biasa juga masih belum diketahui. Mungkin karena belum ada yang pernah menelitinya. Tetapi kopi ijo ini terkenal bukan karena khasiatnya untuk kesehatan ataupun obat alternative melainkan terkenal karena memiliki cita rasa yang sangat unik. Yang jelas kopi ijo ini sangat bagus untuk menemani aktivitas malam,pagi,sore maupun siang. Bahkan gara-gara kopi ijo ini banyak café pendatang yang gulung tikar, dan hanya menyisakan cafe-cafe cewek banget yang menyediakan makanan yang siap photo :D.
Selain itu ada tradisi unik di Tulungagung berkaitan dengan Kopi ijo ini. Disana terdapat sebuah kesenian atau kerajinan menggambar pada sebatang rokok dengan menggunakan sisa ampas kopi yang masih berwarna hitam. Kesenian ini seperti halnya membatik pada sebuah batang rokok. 
Demikian artikel tentang Mengenal Kopi Ijo dari Tulungagung yang Nikmat. Semoga menjadi penambah wawasan tentang kuliner unik di Indonesia. Jika mampir kesana jangan lupa mencoba kopi ini. Sajiannya berbeda dengan kopi kopi biasa. ini Seperti campuran beberapa bahan rempah dengan kopi hitam.

6 Khasiat Kopi Hijau Yang Luar Biasa Bagi Tubuh Anda


image: zephyrcoffee.com
Minum secangkir kopi hijau, memang rasa nikmatnya tidak kalah dengan jenis kopi lainnya. Yang mana kandungan asam klorogenat yang ada di dalamnya mampu menambah efek baik bagi kesehatan tubuh anda. Karena dari asam klorogenat tersebut nantinya akan berperan penting sebagai antioksidan, yang bisa dimanfaatkan untuk menunjang tubuh agar bisa melakukan kinerja dengan baik dan sehat. 

Akan tetapi, biji kopi hijau ini kurang memiliki aroma khas kopi ketimbang jenis kopi lainnya dan cenderung terasa sedikit lebih pahit. Namun tahukah anda, bahwa di balik itu semua ternyata kopi hijau ini bisa dijadikan bahan alami untuk melawan beberapa penyakit yang cukup serius.

Asal mula pembentukan Green coffee ini, berasal dari biji kopi yang tidak digoreng atau dipanggang terlebih dahulu. Sehingga jenis minuman ini diciptakan untuk diseduh dan mirip seperti minuman teh. Yang mana juga tidak sedikit orang telah mengklaim tentang beberapa manfaat luar biasa yang terkandung di dalamnya. Dan inilah 6 khasiat kopi hijau yang perlu anda ketahui.

1. Untuk menurunkan tekanan darah
Perlu anda ketahui berdasarkan penelitian yang telah dilakukan oleh Hypertension Reseach menunjukkan bahwa, khasiat dari kopi hijau memang terbukti bisa menurunkan tekanan darah dalam tubuh. Hal demikian ketika para tim peneliti mengumpulkan 117 pria yang memiliki tekanan darah tinggi ringan, kemudian mereka disuguhkan kopi hijau dan plasebo untuk mereka konsumsi selama kurun waktu 28 hari. 

Sehingga dari situ bisa ditemukan hasil bahwa tekanan darah yang telah dialami oleh para pasien tersebut bisa menurun, dibandingkan mereka menggunakan plasebo. Dari tahap perbandingan ini, dinyatakan bahwa kopi hijau memang mampu memberikan khasiat yang laur biasa, yakni bisa menjadi bahan alami untuk menurunkan tekanan darah dalam tubuh.

2. Menyembuhkan penyakit alzheimer
Di tahun 2012, berdasarkan penelitian yang telah dilakukan Nutritional Neuroscience, menunjukkan bahwa ekstrak kopi dapat membantu melindungi tubuh dari risiko penyakit Alzheimer, yang diklaim merupakan penyakit cukup serius. Bahkan  dengan menggunakan kopi hijau ini, juga bisa membantu tubuh untuk melawan resistensi insulin dalam tubuh. 

Namun dari sini juga perlu anda perhatikan, bahwa sebelum mengkonsumsi jenis kopi hijau ini, hendaknya anda mengetahui tentang takaran dalam mengkonsumsinya. Hal demikian karena jika terlalu banyak mengkonsumsi kopi hijau dalam jangka panjang, bisa menimbulkan kekhawatiran yang mana meningkatnya kadar homosistein. Homosistein merupakan asam amino yang dapat menyebabkan penyakit jantung. Selain itu, terlalu banyak mengkonsumsi kopi hijau dalam jangka panjang juga dapat  mengganggu pengendalian gula darah. Sehingga pentingnya anda untuk mengetahui takaran dalam mengkonsumsi kopi hijau tersebut.

3. Untuk menurunkan berat badan
Memang kopi hijau ini cukup dikenal mampu untuk menurunkan berat badan pada tubuh anda. Sehingga bisa membantu dalam program diet anda. Hal demikian juga berdasarkan hasil penelitian di tahun 2001, yang dilakukan oleh Gastroenterology research and practice, menunjukkan bahwa ekstrak dari kopi hijau memang lebih efektif untuk menurunkan berat badan dibandingkan dengan plasebo. 

Dan menurut penelitian dari BMC Complementary and Alternative Medicine, juga menunjukkan bahwa ektrak kopi hijau diklaim mampu melindungi tubuh dari kenaikan berat badan. Sehingga dari situ semua bisa disimpulkan bahwa khasiat kopi hijau ini, juga bisa membantu dalam program diet anda.

4. Meningkatkan metabolisme dalam tubuh
Dengan kandungan klorogenat yang terdapat pada kopi hijau ini, yang antinya akan diproduksi tubuh menjadi zat antioksidan, mampu meningkatkan metabolisme dalam tubuh anda. Sehingga Khasiat yang terdapat dari kopi hijau ini juga tidak kalah dengan sajian kopi lain yang anda konsumsi.

5. Membantu melembabkan Kulit anda
Kandungan asam lemak dan ester yang terdapat pada kopi hijau ini, bisa anda gunakan untuk memelihara  sekaligus melembabkan kulit anda. Dimana kedua kandungan tersebut mencakup Arachidonic Asam, Asam oleat, dan Asam linoleat, yang semuanya itu memang baik untuk menjaga kulit agar tidak mudah kendur, dan cepat kering. Sehingga mengkonsumsi kopi hijau sangat baik untuk melembabkan kulit Anda.

6. Untuk detoksifikasi alami
Pada ekstrak kopi hijau, bisa juga bermanfaat sebagai pendetoks tubuh secara alami. Yang mana  kandungan pada kopi hijau akan membersihkan racun yang terdapat pada organ hati. Bahkan kopi hijau akan membersihkan lemak yang tidak diperlukan oleh tubuh, kolesterol jahat, dan lainnya. Sehingga dari situ kopi hijau akan memberikan efek dalam meningkatkan fungsi organ dalam tubuh. Oleh karena itu, mengkonsumsi kopi hijau secara tepat bisa juga meningkatkan kesehatan pada tubuh anda.

Kamis, 11 Februari 2016

45 Coffeeshop Menyajikan Wisata Kopi Nusantara Terlengkap

Salah satu sudut ruang di 45cofeeshop
45coffeeshop merupakan salah satu kafe yang terletak di kota Sidoarjo Jawa Timur, berdiri sejak tahun 2011, dengan di awali dari sebuah cafe kecil disudut desa yang cukup jauh dari keramaian kota Sidoarjo. Seiring dengan perkembangan bisnis kopi yang semakin hari semakin meningkat, saat ini 45coffeeshop telah memiliki 2 cabang, yaitu
Cafe : Perumahan Delatasari Indah blok AA no 2, Waru Sidoarjo dan
Workshop di Perum Graha Asri Sukodono blok A no7, Sukodono Sidoarjo.
45coffeeshop memiliki visi
untuk memperkenalkan kopi kopi terbaik dari seluruh Nusantara kepada masyarkat Indonesia pada khususnya dan dunia pada umumnya. Tidak semata mata hanya bisnis 45coffeeshop juga senantiasa melakukan edukasi kepada masyarakat luas tentang apa itu kopi, bagaimana cara menyeduh dengan baik dan bagaimana membuat usaha kedai kopi.
Display kopi di kedai kopi 45coffeshop
Karena selama ini masyarkat Indonesia masih di rasa sangat awam dengan kopi kopi dari negeri kita sendiri. Sangat Ironis jika banyak orang asing yg lebih kenal dengan kopi Indonesia daripada kita sendiri sebagai orang Indonesia. Dengan mengusung konsep manual brewing 45coffeeshop berusaha memberikan wawasan tentang cara seduh yang benar dan mengajak masyarakat untuk membuka peluang usaha kopi Nusantara. Dengan semakin banyak kedai kopi yang menyajikan kopi berkualitas dari seluruh penjuru Nusantara otomatis akan semakin banyak masyarakat yg akan mengenal dan menikmati kopi nikmat, berkualitas dan tentunya lebih sehat.
Fresh roast, fresh coffee
Saat ini 45coffeeshop lebih dikenal sebagai supplier kopi Nusantara dengan varian kopi telengkap. Lebih dari 55 varian kopi dari seluruh Indonesia ada disini, antara lain: Aceh Gayo, Linthong, Mandhailing, Sidikalang, Kerinci, Bengkulu, Lampung, Preanger Ciwedy, Garut, Wonosobo, Temanggung, Muria, Dampit, Kawi, Arjuno, Karlos, Ijen, Raung, Bali, Flores Manggarai, Bajawa, Sumbawa, Toraja Kalosi Enrekang,Sapan, Sesehan, Papua Baliem, Amungme, Luwak, Lanang (Peaberry), Arabika Wine, yellow cattura dan lain lain masih banyak lagi.
Salah satu keunggulan dari 45 coffeeshop adalah sangat berusaha untuk menjaga konsistensi terhadap ketersediaan stok dari masing varian kopi.
Saat ini 45coffeeshop telah memiliki lebih dari 1000 costumer dari seluruh Indonesia baik itu untuk mensupplai cafe, kedai kopi, hotel, restoran, rumah makan, kantor sampai untuk kebutuhan perorangan.
45coffeeshop sangat dipercaya dalam menjamin mutu atau kualitas kopi, kemurnian, ke original an, dan fresh roast karena kopi kopi tersebut didatangkan langsung dari daerah asalnya dan di roast / disangrai sesuai order.
Dalam hal edukasi 45coffeshop berusaha untuk memberikan pelayanan yg terbaik kepada setiap tamu yang datang untuk belajar dan sharing secara cuma cuma. Berbagai methode manual brewing seperti french press, vietnam drip, syphon, aeropress, cara membuat latte dengan metode manual dan lain lain. Sudah banyak costumer dari Jakarta, Palembang, Bali, solo, Wonosobo, Purwokerto Banjamasin, Balikpapan, papua, dan berbagai daerah di Indonesia yang datang untuk sharing2 dan berbagi ilmu di sini. Bagi anda yang ingin lebih mengenal kopi nusantara dan ingin praktek alat2 kopi manual brewing bisa langsung datang ke gerai atau kedai kami diatas. Sedangkan Misi dari 45coffeshop adalah menjembatani antara petani kopi dengan costumer atau kafe kafe. Berusaha untuk mengangkat hasil pertanian kopi dari suatu daerah yang sebelumnya kurang dikenal, menjadi lebih dikenal ke masyarakat luas baik dalam maupun luar negri.
Kenapa dikatakan Wisata Kopi, Iya karena dengan berkunjung di cafeshop kita seakan kita diajak berkeliling Indonesia. Kita bisa merasakan kopi dari satu daerah dengan daerah yang lain, yang tentu saja masing2 memiliki keunikan sendiri. Selain itu disini pengunjung di bebaskan untuk mencoba alat2 menual brewing kopinya.







Kamis, 17 September 2015

Harga Jual Frappe dan Ice Blend Minuman Segar Pelepas Dahaga

Frappe
Frappé adalah minuman es kopi khas Yunani yang bersalut buih, terbuat dari kopi, gula, air dan Frappé pertama kali diciptakan pada 1957. Kopi ini pertama kali dibuat oleh Dimitrios Vakondios secara tidak disengaja. Dimitrios pada waktu itu adalah seorang penjual dari produk Nestle. Ketika itu sedang diadakan Pameran Internasional Thessaloniki dan air panas yang dibutuhkan untuk membuat kopi tidak tersedia Karena itulah Dimitrios akhirnya memutuskan untuk membuat minuman kopi dingin dengan mengocok campuran dari kopi, minuman coklat Nestlé dan sedikit air dingin.Tidak lama setelah ditemukan, minuman ini pun dipromosikan oleh Nestlé di sebuah pameran di Athena.
Sumber : Wikipedia.org
Saat ini banyak cafe dan kedai kopi yang menyediakan minuman frappe dan ice blend ini sebagai minuman pendamping dari kopi. Seiring dengan perkembangan, rasa dari frappe itu sendiri tidak hanya di dominasi dengan kopi. Berbagai pilihan rasa frappe kini dapat anda dapatkan dengan mudah. seperti rasa taro, buble gum, green tea, strawberry, vanilla, moka, capuccino dan lain lain.
Minuman ini sangat digemari karena memberikan kesegaran diwaktu siang hari yang panas dan sebagai pemuas rasa dahaga.
Di 45coffeeshop, Kami menawarkan salah satu produk uggulan kami selain kopi yaitu frappe dan ice blend. Mungkin banyak produsen minuman segar seperti frappe ini tetapi kami hanya menggunakan bahan bahan yang berkualitas dan dari gula murni sehngga tidak menimbulkan sakit ditenggorakan. Selain itu kami juga tidak menggunakan bahan pengawet di dalamnya. Kami hanya akan membuatkan bubuk frappe ini jika ada yang order.
Cara membuatnya pun cukup mudah
1. Masukkan bubuk frappe sesuai dengan rasa yang anda inginkan kurang lebih 30gr ke dalam blender
2. Masukkan susu uht atau freshmilk +/- 90 ml ke dalam blender
3. Tambahkan es batu secukupnya
4. Dan terakhir nyalakan blender kurang lebih 1menit agar es batu benar benar telah hancur.
5. Tuang ke dalam gelas panjang dan tambahakn es cream secukupnya.
Es cream frappe yang menggiurkan dan menyegarkan siap dihidangkan. Cukup mudah bukan ??









Berikut Price list Harga Frappe di 45Coffeeshop















Untuk Informasi dan Pemesanan bisa menghubungi :
* PUTRIE  (+62) 081269977555   PIN BB : 543D09C1

Untuk info harga kopi bisa klik :
http://myforesthouse.blogspot.co.id/p/price-list-coffee-daftar-harga-kopi.html